Iran. Foto: Istimewa.
Iran. Foto: Istimewa.

Iran Tegaskan Tak Akan Hentikan Pengayaan Uranium di Tengah Isu Senjata Nuklir

Arif Wicaksono • 09 Oktober 2026 11:26
Ringkasnya gini..
  • Iran menegaskan tidak akan menghentikan pengayaan uranium maupun menyerahkan persediaan uraniumnya
  • Media pemerintah Iran melaporkan pernyataan Kepala Organisasi Energi Atom Iran, Mohammad Eslami. Ia menilai ancaman baru AS terhadap fasilitas nuklir Iran bukanlah sesuatu yang baru.
DUBAI: Iran menegaskan tidak akan menghentikan pengayaan uranium maupun menyerahkan persediaan uraniumnya. Pernyataan ini disampaikan di tengah tekanan Amerika Serikat (AS) agar Teheran mengurangi kapasitas pengayaan uranium yang selama ini menjadi sorotan dalam isu pengembangan senjata nuklir.

Media pemerintah Iran melaporkan pernyataan Kepala Organisasi Energi Atom Iran, Mohammad Eslami. Ia menilai ancaman baru AS terhadap fasilitas nuklir Iran bukanlah sesuatu yang baru.
 

Eslami menegaskan pengayaan uranium merupakan bagian tak terpisahkan dari proses pengembangan industri nuklir Iran. Menurut dia, aktivitas tersebut menjadi landasan bagi kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi di negara itu.

“Pengayaan adalah bagian integral dari proses nuklir, dan kami tidak akan meninggalkannya dengan cara apa pun,” kata Eslami dikutip dari Arabnews.

Ia juga mempertanyakan bagaimana suatu negara dapat mengembangkan industri nuklir tanpa menguasai tahapan awal proses tersebut Pernyataan itu muncul ketika Iran dan AS saling bertukar usulan dalam beberapa pekan terakhir untuk mengakhiri perang dan membuka kembali Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis bagi perdagangan energi global.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Aragchi mengatakan bahwa Teheran dapat memberikan tanggapan dalam beberapa hari terhadap respons AS atas usulan Iran. Usulan tersebut membuka kemungkinan Selat Hormuz kembali beroperasi dalam waktu tujuh hari apabila persyaratan yang diperlukan terpenuhi.


Donald Trump Tuduh Iran Kembangkan Senjata Nuklir 

Di tengah perkembangan diplomatik tersebut, Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa Washington tengah melakukan pembicaraan produktif dengan Iran. Ia juga mengatakan AS tidak akan melancarkan serangan sebelum pemilihan umum sela Kongres pada November.

Persoalan pengayaan uranium menjadi salah satu isu utama dalam ketegangan antara Iran dan negara-negara Barat. Israel, AS, dan sejumlah negara Barat selama ini menuduh Iran berupaya mengembangkan senjata nuklir, salah satunya dengan meningkatkan kadar pengayaan uranium hingga 60 persen.

Tingkat tersebut jauh melampaui kebutuhan umum untuk sebagian besar penggunaan nuklir sipil dan mendekati tingkat pengayaan sekitar 90 persen yang lazim dikaitkan dengan uranium untuk senjata nuklir.

Meski demikian, Iran berulang kali membantah berupaya membuat senjata nuklir. Pemerintah Iran menyatakan program nuklirnya ditujukan untuk kepentingan damai, termasuk pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Pihak berwenang Iran juga menyatakan Teheran dapat menyetujui pengenceran uranium dengan tingkat pengayaan tertinggi. Namun, Eslami kembali menegaskan bahwa Iran tidak akan meninggalkan aktivitas pengayaan uranium yang dianggap sebagai fondasi industri nuklir nasionalnya.

Sikap tersebut berpotensi menjadi salah satu persoalan penting dalam upaya mencapai kesepakatan antara Washington dan Teheran, terutama terkait pembatasan program nuklir Iran dan kekhawatiran internasional mengenai potensi pengembangan senjata nuklir.



Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(SAW)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan