Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (Wamen PKP) Fahri Hamzah
Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (Wamen PKP) Fahri Hamzah

Wamen Dorong Transfer Knowledge dari Pengusaha China di Sektor Manufaktur

Arif Wicaksono • 27 November 2025 06:29
Jakarta: Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (Wamen PKP) Fahri Hamzah menekankan pentingnya transfer knowledge dari pengusaha China kepada pelaku industri nasional dalam pembukaan pameran internasional Homelife Indonesia Series 2025 di JIEXPO Kemayoran, Jakarta, Rabu, 26 November 2025.
 
Pameran yang berlangsung hingga 29 November 2025 ini menghadirkan ratusan pelaku bisnis dari sektor bahan bangunan, homeliving, furniture, peralatan rumah tangga, tekstil, hingga produk ibu dan anak dari berbagai negara, termasuk China.
 
Menurut Wamen Fahri, kehadiran pengusaha China tidak hanya penting dari sisi perdagangan, tetapi juga sebagai sumber pembelajaran bagi industri dalam negeri.

“China bisa membangun dan memproduksi barang dengan sangat cepat melalui sistem produksi massal dan manajemen industri yang efisien. Ini yang perlu kita pelajari. Saya berharap ada transfer knowledge yang nyata, bukan hanya transaksi jual-beli,” ujar Wamen dalam keterangan. 
 
Wamen menyoroti besarnya tantangan pembangunan perumahan di Indonesia. Menurutnya, persoalan terbesar saat ini adalah tingginya harga tanah dibandingkan biaya konstruksi, ditambah proses perizinan yang panjang, serta fluktuasi harga dan ketersediaan material bangunan.
 
Di sisi lain, China dinilai telah membuktikan kemampuan dalam mempercepat pembangunan perumahan melalui efisiensi sistem industri dan skala produksi besar-besaran.
 
“Kalau kita bisa menyerap pengetahuan dari sisi teknologi, manajemen produksi, hingga logistik bahan bangunan, pembangunan rumah di Indonesia bisa lebih cepat dan lebih terjangkau,” tambahnya.
 
Ia berharap Homelife Indonesia Series 2025 dapat menjadi ruang pertemuan strategis, bukan hanya untuk bisnis jangka pendek, tetapi juga untuk kolaborasi jangka panjang antara pelaku usaha Indonesia dan China.

Industri Tekstil Siap Manfaatkan Transfer Teknologi

Semangat penguatan transfer teknologi juga disampaikan oleh Elis Masitoh, Ketua Dewan Pakar IKA ITT-STTT. Ia menilai pameran ini relevan bagi sektor Industri Tekstil dan Produk Tekstil (TPT), yang hingga kini masih menjadi salah satu tulang punggung industri nasional.
 
Menurutnya, industri TPT Indonesia memiliki struktur lengkap dari hulu ke hilir, mulai dari pembuatan serat, benang, kain, hingga produk tekstil rumah tangga seperti gorden, karpet, dan linen.
 
Meski sempat terdampak pandemi dan perlambatan ekonomi global, industri TPT masih berkontribusi signifikan terhadap PDB, ekspor, serta penyerapan tenaga kerja.
 
“Kami ingin belajar dari kemajuan teknologi industri tekstil China, terutama terkait automasi, efisiensi energi, dan integrasi teknologi industri 4.0 seperti AI, IoT, hingga robotika,” ujar Elis.
 
 Dia menekankan Indonesia tidak boleh hanya menjadi pasar, tapi harus menjadi bagian dari rantai produksi global.

Pameran Jadi Jembatan Kolaborasi Global

Sementara itu, Roy N. Mandey dari AGRA menegaskan bahwa Homelife Indonesia Series bukan hanya soal investasi masuk, tapi juga membuka peluang ekspor produk nasional ke pasar internasional.
 
“Pertemuan langsung antara pelaku industri global dan pengusaha lokal ini memperbesar peluang kolaborasi, joint production, hingga ekspor produk Indonesia ke luar negeri,” ungkapanya.
 
Sebagai penyelenggara, Larissa Zhou menyampaikan bahwa Homelife Indonesia Series 2025 dirancang untuk menjadi lebih dari sekadar pameran.
 
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh mitra, asosiasi pendukung, pemerintah, exhibitor, dan pengunjung. Kolaborasi lintas pihak inilah yang membuat acara ini berjalan lancar dan memberikan dampak nyata bagi pelaku industri.”tegas dia.
 
Ia mengapresiasi dukungan pemerintah, asosiasi, exhibitor, serta seluruh pengunjung yang turut menyukseskan acara ini.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News

Viral! 18 Kampus ternama memberikan beasiswa full sampai lulus untuk S1 dan S2 di Beasiswa OSC. Info lebih lengkap klik : osc.medcom.id
(SAW)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan