Presdir Freeport Tony Wenas (lima dari kiri) didampingi Komisaris dan petinggi Freeport meletakkan karangan bunga sebagai bentuk penghormatan kepada karyawan yang meninggal akibat longsor dan penembakan di area tambang Freeport. (Foto: Dok. Medcom.id)
Presdir Freeport Tony Wenas (lima dari kiri) didampingi Komisaris dan petinggi Freeport meletakkan karangan bunga sebagai bentuk penghormatan kepada karyawan yang meninggal akibat longsor dan penembakan di area tambang Freeport. (Foto: Dok. Medcom.id)

HUT ke-59, Freeport Indonesia Tegaskan Fokus Keselamatan dan Pemulihan Operasi

Annisa ayu artanti • 08 April 2026 21:47
Ringkasnya gini..
  • Freeport Indonesia peringati HUT ke-59 dengan refleksi atas insiden yang menewaskan sembilan karyawan.
  • Perusahaan setorkan Rp70 triliun ke negara dan investasi sosial hampir Rp2 triliun pada 2025.
  • Target produksi kembali 100 persen usai pemulihan, dengan fokus pada keselamatan dan keberlanjutan.
Timika: Momentum perayaan ulang tahun ke-59 menjadi refleksi penting bagi PT Freeport Indonesia (PTFI). Perusahaan tambang ini tidak hanya merayakan perjalanan panjangnya, tetapi juga mengenang para karyawan yang gugur akibat insiden dalam setahun terakhir, sekaligus menegaskan komitmen pada operasional yang aman dan berkelanjutan.
 
Dalam rangkaian kegiatan peringatan, jajaran manajemen PTFI melakukan penghormatan kepada tujuh karyawan yang meninggal dunia akibat insiden luncuran material basah di area
tambang bawah tanah Grasberg Block Cave (GBC) pada 8 September 2025,dan dua karyawan yang meninggal dunia akibat dua insiden penembakan pada bulan Februari dan Maret 2026.
 
“Kami mengenang mereka dengan penuh rasa duka dan hormat. Kehilangan anggota keluarga adalah hal yang sangat menyedihkan bagi kami semua. Kami berharap ke depan tidak terjadi lagi
insiden serupa, baik longsoran maupun penembakan, serta kejadian lainnya yang dapat membahayakan keselamatan,” kata Presiden Direktur PTFI Tony Wenas.

HUT ke-59, Freeport Indonesia Tegaskan Fokus Keselamatan dan Pemulihan Operasi
Presdir Freeport Indonesia, Tony Wenas memimpin peletakan karangan bunga untuk mengenang 7 korban meninggal dalam insiden longsor di tambang terbuka Freeport. (Foto: Dok. PTFI) 
 
Dalam kesempatan tersebut, Tony juga melakukan peninjauan ke area tambang terbuka Grasberg dan tambang bawah tanah Deep Mill Level Zone (DMLZ), serta meletakkan karangan bunga sebagai bentuk penghormatan kepada para korban. 
 
Baca juga: Potret Prabowo Resmikan Smelter PT Freeport di Gresik

Ia juga memberikan semangat kepada seluruh karyawan agar tetap menjalankan operasional dengan mengedepankan keselamatan, serta memastikan pengamanan ekstra dari aparat keamanan mengingat status PTFI sebagai objek vital nasional.
 
“Memasuki usia ke-59, PTFI mencatat perjalanan panjang sebagai salah satu perusahaan dengan masa operasi terlama di Indonesia. 59 tahun bukan waktu yang singkat. Hanya sedikit perusahaan, khususnya investasi asing, yang dapat bertahan selama ini di Indonesia,” kata Tony.

Komitmen PTFI dan penyerapan tenaga kerja

Sepanjang tahun 2025, PTFI menyetorkan sekitar Rp70 triliun kepada negara dalam bentuk pajak, royalti, dividen, dan penerimaan lainnya. PTFI juga terus berkomitmen memberikan manfaat langsung kepada masyarakat di sekitar wilayah operasional melalui berbagai program
investasi sosial.
 
Pada 2025, lanjut Tony, nilai investasi sosial PTFI mencapai hampir Rp2 triliun dan akan terus bertambah sekitar 100 juta dolar AS atau setara Rp1,5 triliun per tahun hingga selesainya operasi
penambangan. 
 
HUT ke-59, Freeport Indonesia Tegaskan Fokus Keselamatan dan Pemulihan Operasi
(Presdir Freeport Indonesia Tony Wenas memberikan sambutan jelang seremonial peletakan karangan bunga untuk mengenang tujuh karyawan Freeport yang meninggal dunia akibat insiden longsor di area tambang terbuka Grasberg, September 2025 lalu. (Foto: Dok. Medcom.id)
 
Komitmen ini berjalan seiring dengan kontribusi perusahaan dalam menciptakan
lapangan kerja, dengan jumlah tenaga kerja lebih dari 30 ribu karyawan, di mana sekitar 40 persen merupakan orang asli Papua.
 
“Ke depan, kami optimistis kontribusi ini dapat terus meningkat, seiring dengan harga komoditas mineral yang masih relatif tinggi. Selain itu, juga secara konsisten menjalankan standar keselamatan dan operasional yang ketat sebagai bagian dari komitmen terhadap praktik pertambangan yang bertanggung jawab,” kata Tony.

Pemulihan produksi dan fokus keselamatan

Saat ini, operasional PTFI masih dalam tahap pemulihan pasca-insiden, dengan tingkat produksi yang baru mencapai sekitar 40-50 persen. Perusahaan menargetkan produksi bisa kembali mendekati 100 persen pada akhir tahun, dan mencapai kapasitas penuh pada awal kuartal berikutnya.
 
Upaya penguatan keselamatan dan keamanan juga terus dilakukan, termasuk penambahan personel di area tambang.
 
“Kami berkomitmen untuk menghadirkan safe, secured and sustainable production, sehingga manfaat sebesar-besarnya dapat terus dirasakan oleh bangsa dan negara, serta masyarakat di sekitar wilayah operasi. Kami akan terus tumbuh dan berkembang bersama masyarakat hingga
selesainya operasi penambangan,” kata Tony.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ANN)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan