Danau Toba. Foto : Medcom.
Danau Toba. Foto : Medcom.

Alasan Pemerintah Gandeng Perusahaan Swiss Benahi Toilet di Wisata Danau Toba

Ekonomi piala swiss danau toba
Suci Sedya Utami • 25 Februari 2021 19:11
Jakarta: Menko Maritim dan Investasi (Marves) Luhut Binsar Pandjaitan membeberkan alasan pemerintah menggandeng perusahaan asal Swiss, Mister Loo untuk membenahi kualitas fasilitas toilet umum di wilayah pariwisata Danau Toba.
 
Luhut mengatakan hal ini lantaran tidak ada pengusaha lokal atau asal Indonesia yang mau masuk dalam proyek toilet. Sementara itu, Mister Loo malah menunjukkan ketertarikannya ketika ada ajakan untuk membenahi toilet-toilet yang rusak di Danau Toba. Hal tersebut pun sempat ia konfirmasi pada Deputi Bidang Koordinasi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kemenko Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) Odo Manuhutu.
 
"Do, ini beneran (Mister Loo)," kata Luhut mengulang percakapan dengan Odo (Deputi Kemenko Marves), saat menghadiri economic outlook, Jakarta, Kamis, 25 Februari 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Iya Pak," jawab Odo.
 
"Lantas yang dari pribumi?," tanya Luhut kembali.
 
"Belum ada Pak," jawab Odo.
 
"Ya sudah undang lagi yang jadi," perintah Luhut.
 
Luhut mengatakan sebenarnya proyek toilet di kawasan pariwisata terbuka untuk siapapun yang berminat dan ia bilang terdapat beberapa pihak yang ikut dalam tender proyek toilet Danau Toba. Ia bilang saat ini, pemenang tender pun belum diputuskan.
 
"Sebenarnya ada beberapa, buat kita sih yang mana saja. Mr Loo itu kita ajak dia. Apakah nanti finalnya jadi (dia) ya kita tidak tahu. Kalau ada anak-anak Indonesia (berminat) kita persilakan," ujar Luhut.
 
Sebelumnya, Odo mengatakan Mister Loo memiliki standar terbaik di bidang sanitasi toilet umum berkelas premium. Sehingga diharapkan bisa membuat wisatawan domestik atau internasional bisa nyaman saat berwisata di Danau Toba.
 
Selain itu, pembenahan kualitas toilet-toilet umum di destinasi wisata diharapkan mampu meningkatkan indeks daya saing pariwisata Indonesia atau Travel Tourism Competitiveness Index (TTCI).

 
(SAW)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif