"Saya berharap pandemi bisa menjadi katalisator UMKM digital," kata Kepala Urusan Eksternal Sampoerna Ishak Danuningrat dalam keterangan tertulis, Kamis, 3 Desember 2020.
Saat ini, 30 pelaku UMKM terpilih untuk mengikuti Pelatihan dan Kejuaraan Festival Sampoerna untuk UMKM secara online hingga 11 Desember 2020. Mereka dipilih dari 150 peserta pelatihan usaha digital secara komprehensif sejak pertengahan November 2020.
Pelatihan yang digelar Sampoerna bersama Yayasan Ekspor Pengembangan Bali (BEDO) ini bertujuan mendukung upaya pemerintah dalam pemulihan ekonomi nasional. Terlebih UMKM merupakan kunci kemandirian ekonomi kerakyatan, utamanya di masa pandemi.
Anggota panelis juri dari Fakultas Ekonomi Universitas Parahyangan Triyana Iskandarsjah mengatakan peserta dipilih berdasarkan sejumlah kriteria. Para pelaku UMKM ini dinilai telah mengajukan proposal usaha yang paling baik dibandingkan dengan lainnya.
"Termasuk kualitas proposal usahanya yang baik dan komprehensif, serta kinerja yang baik dalam mengelola usahanya secara dalam jaringan (daring). Para peserta pelatihan telah memberikan yang terbaik dalam menyusun proposal usahanya," ujar Triyana.
Selanjutnya, Ishak berharap pelatihan UMKM ini dapat menjadi katalis bagi pemulihan ekonomi, sehingga lebih banyak UMKM yang masuk ke dalam ekosistem digital. Mengutip survei LIPI, Ishak mengatakan, pelaku UMKM yang bisa memanfaatkan internet terbukti lebih mampu bertahan dari pandemi covid-19.
"Kami mengucapkan selamat kepada para pelaku UMKM binaan Sampoerna yang telah lolos hingga 30 besar. Saya yakin bahwa teman-teman sekalian adalah pelaku UMKM yang kreatif, ulet, dan gigih," pungkas Ishak.
Adapun pengumuman pemenang akan dilakukan pada acara puncak 15-16 Desember 2020. Pada saat itu, para pelaku UMKM binaan akan melakukan bazaar online. Mereka juga akan berpartisipasi dalam kegiatan bincang-bincang seputar bisnis dan UMKM.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News