Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi. Foto : Medcom/Desi A.
Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi. Foto : Medcom/Desi A.

Patimban Bakal Mampu Kalahkan Shanghai dan Singapura

Ekonomi menhub Pelabuhan Patimban
Antara • 07 Januari 2021 14:59
Jakarta: Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi optimistis jika Pelabuhan Patimban disinergikan dengan baik dengan Pelabuhan Tanjung Priok, akan mampu mengalahkan Pelabuhan di Shanghai dan Singapura.
 
"Saya yakin apabila itu terjadi dan kita mensinergikannya dengan Pelabuhan Tanjung Priok, maka kita mengalahkan mungkin menyamai Shanghai dan Singapura sebagai satu niat bangsa sebagai pelabuhan yang membanggakan, tapi memberikan nilai fungsi ekonomis yang baik. Dengan kata lain Pelabuhan Patimban sebagai World Connecting Port," kata Menhub dalam Public Expose Pelabuhan Patimban: Wajah Modern Pelabuhan di Indonesia, dikutip dari Antara, Kamis, 7 Januari 2021.
 
Selain itu, Budi juga menyebut Pelabuhan Patimban melengkapi Bandara Internasional Jawa Barat atau Bandara Kertajati yang sudah lebih dahulu beroperasi. Ia berharap Pelabuhan Patimban dapat menstimulasi tumbuhnya arus barang dan jasa atau logistik dari dan ke aglomerasi Pelabuhan Cirebon, Kawasan Industri Karawang, Sumedang, Majalengka, hingga jalan tol yang mempertemukan Jakarta.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Melalui jaringan jalan tol dan kawasan sekitar Parimban, mendorong tumbuhnya sektor ekonomi, industri, perdagangan, pergudangan, jasa keuangan, properti, dan perdagangan ritel. Ini akan menjadi ladang bisnis di kawasan Segitiga Emas," ujarnya.
 
Untuk itu, Budi menargetkan pengoperasian terminal peti kemas berkapasitas 7,5 juta TEUs lebih cepat dari yang direncanakan pada 2027.
 
"Terminal peti kemas kita rencanakan 7,5 juta TEUs tadi dinyatakan kemungkinan adalah 2027, tapi Insyaallah dengan niat baik dimajukan karena potensinya luar biasa," katanya.
 
Selain itu, terminal otomotif Patimban akan dibangun dengan kapasitas 600 ribu (completely build-up/CBU) per tahun kedalaman draf -16 meter.
 
"Sehingga menjadikan Indonesia salah satu negara eksportir yang diperhitungkan di dunia dan berarti seluruh kapal-kapal besar bisa mendarat di sini," jelasnya.
 
Menhub menambahkan untuk mewujudkan Patimban sebagai pelabuhan pusat konektivitas, harus memperhatikan aspek kecepatan akses, peralatan modern dengan layanan otomasi yang berbasis teknologi dan digitalisasi.
 
"Pelabuhan merupakan simpul utama dalam layanan transportasi global dalam menyediakan akses ke pasar menghubungkan rantai pasokan dan menghubungkan konsumen pada produsen serta membawa manfaat bagi masyarakat lokal. Pelabuhan patimban dirancang melalui konsep sustainable green smart dan integrated international port," paparnya.
 
Dia menambahkan pengembangannya dilengkapi dengan kawasan pendukung seperti pergudangan, area penumpukan kontainer, perkantoran dengan luas 350 hektare dan direncanakan menjadi 500 hektare.
 
Selanjutnya juga dikembangkan kawasan pendidikan khususnya kelautan, kemudian kawasan hiburan, permukiman seperti yang sudah digagas Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. 
 
(SAW)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif