Menteri BUMN Erick Thohir - - Foto: dok MI
Menteri BUMN Erick Thohir - - Foto: dok MI

Akuisisi Saham Vale Tambah Kepemilikan Negara di Sektor Tambang

Ekonomi vale indonesia inalum holding tambang Erick Thohir
Suci Sedya Utami • 08 Oktober 2020 11:18
Jakarta: Menteri BUMN Erick Thohir menyebut kepemilikan negara di sektor tambang bertambah setelah Mining Industri Indonesia (MIND ID) berhasil menuntaskan transaksi pembelian 20 persen saham PT Vale Indonesia Tbk.
 
"Dengan transaksi ini, kami berhasil menambah lagi kepemilikan negara di sektor pertambangan," kata Erick dalam keterangan resmi, Kamis, 8 Oktober 2020.
 
Menurutnya transaksi saham tersebut menjadi bagian penting dalam hilirisasi industri pertambangan nasional karena Indonesia merupakan salah satu produsen nikel terbesar di dunia. Ini juga merupakan langkah konkret setelah pada Juni lalu dilakukan penandatanganan perjanjian jual beli saham (shares purchase agreement).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Ini juga langkah bagus untuk memperkuat value chain di Indonesia, serta pengembangan industri baterai untuk mobil listrik sebagai bagian proses transformasi sistem energi," ujar Erick.
 
Ia menambahkan pembelian saham Vale Indonesia oleh MIND ID sesuai dengan mandat BUMN untuk mengelola cadangan mineral strategis Indonesia dan juga hilirisasi industri pertambangan nasional. Terutama nikel domestik sehingga akan menghasilkan produk dengan nilai ekonomis hingga 4-5 kali lipat lebih tinggi dari produk hulu.
 
Divestasi saham 20 persen tersebut merupakan kewajiban amandemen dari Kontrak Karya (KK) pada tahun 2014 antara pemerintah dengan PTVI yang harus dilaksanakan lima tahun setelah amandemen tersebut. KK PTVI akan berakhir pada 2025 dan dapat diubah atau diperpanjang menjadi izin usaha pertambangan khusus (IUPK) sesuai peraturan perundang-undangan.
 
"MIND ID akan memiliki akses strategis untuk mengamankan pasokan bahan baku untuk industri hilir nikel Indonesia, baik untuk hilirisasi industri nikel menjadistainless steel, maupun menjadi baterai kendaraan listrik," tambah dia.
 
Adapun Indonesia selama ini dikenal sebagai produsen dan eksportir nikel, bahan baku utama EV Battery, terbesar dunia yang menguasai 27 persen kebutuhan pasar global.
 
Sejak kebijakan ekspor nikel dilarang per 1 Januari 2020, MIND ID ditantang untuk melakukan inovasi dan restrukturisasi model bisnis sekaligus meningkatkanvalue chaindari nikel nusantara yang melimpah.
 
(Des)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif