Ilustrasi vaksin covid-19. Foto: Medcom.id
Ilustrasi vaksin covid-19. Foto: Medcom.id

RI Diproyeksikan Jadi Manufacturing Hub Vaksin di Asia Tenggara

Ekonomi indonesia-tiongkok Luhut Pandjaitan vaksin covid-19
Annisa ayu artanti • 12 Oktober 2020 14:15
Jakarta: Indonesia diproyeksikan untuk menjadi manufacturing hub vaksin untuk kawasan Asia Tenggara.
 
Menteri Luar Negeri RRT Wang Yi mengatakan tiga perusahaan produsen vaksin covid-19 yakni Sinovac, Sinopharm, dan Cansino antusias untuk bekerja sama dengan perusahaan dan lembaga peneliti medis di Indonesia.
 
Wang Yi yang juga merupakan Anggota Dewan Negara Republik rakyat Tiongkok juga telah mengusulkan dan memberikan lampu hijau agar perusahaan Tiongkok berkolaborasi dengan perusahaan Indonesia untuk menjadikan Indonesia sebagai manufacturing hub untuk vaksin di Asia Tenggara.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Tiongkok bersedia bekerja sama dengan Indonesia dalam penelitian, produksi, dan distribusi vaksin, serta mendukung pertukaran antar lembaga penelitian medis terkait untuk membantu memastikan akses ke vaksin yang terjangkau di seluruh kawasan dan di seluruh dunia," kata Wang Yi dalam keterangan tertulis yang disiarkan Kemenko Maritim, Senin, 12 Oktober 2020.
 
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, dalam kolaborasi dan kerja sama tersebut diharapkan banyak rumah sakit dan tenaga kesehatan yang melakukan studi banding.
 
"Saya ingin lebih banyak kerja sama antar rumah sakit, pertukaran dokter dan tenaga kesehatan, kolaborasi riset dan teknologi antara kedua negara," ungkap Luhut.
 
Sementara Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto juga menambahkan, pihaknya mengajak Cansino, Sinopharm, dan Sinovac untuk melakukan kerja sama transfer teknologi dengan Bio Farma dan kerjasama riset termasuk uji klinis dengan lembaga penelitian medis yang ada di Indonesia.
 
Bio Farma merupakan salah satu dari sekitar 29 produsen vaksin atau 22 negara di dunia yang telah memperoleh Prakualifikasi Badan Kesehatan Dunia (PQ WHO) sehingga dipercaya dapat memenuhi kebutuhan vaksin di lebih dari 150 negara.
 
(DEV)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif