UMKM. Foto : MI/Adam.
UMKM. Foto : MI/Adam.

Indeks UMKM Bisa Tingkatkan Strategi Pengembangan Usaha

Ekonomi apindo UMKM
Ilham wibowo • 12 November 2020 12:37
Jakarta: Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) menyambut baik hadirnya indeks Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk mengukur aktivitas bisnis dan ekspektasi para pengusaha. Fasilitas ini bisa memacu UMKM naik kelas.
 
Anggota Dewan Pertimbangan Apindo Franky Sibarani mengatakan UMKM yang naik kelas dalam jumlah besar akan berdampak pada meningkatnya kesejahteraan masyarakat dan pertumbuhan ekonomi nasional. Ia mengapresiasi hadirnya BRI Micro and SME Index (BMSI) yang diluncurkan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, yang memotret kondisi usaha mikro dan kecil setiap tiga bulan sekali.
 
“Bagus sekali inisiatif dari BRI, memacu UMKM untuk maju dan lebih banyak yang naik kelas. Semakin banyak UMKM yang terlibat akan lebih baik. Indeks ini bisa dikembangkan nanti, tentu dengan dukungan pemerintah, supaya lebih masif,” ujar Franky melalui keterangan tertulis, Kamis, 12 November 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut Franky, BMSI tersebut tidak meniadakan kebutuhan akan hadirnya basis data tunggal UMKM. Karenanya dia berharap pembuatan basis data UMKM dapat segera dibentuk oleh pemerintah.
 
“Satu data dari usaha mikro sampai usaha menengah kapasitasnya pasti berbeda. Sehingga akses ke indeks tentu yang usaha menengah akan lebih banyak. Sementara pendataan, kita perlu untuk pengembangan usaha mikro yang jumlahnya 63 juta. Leadnya harus oleh Kementerian Koperasi dan UKM dan melibatkan semua stakeholder termasuk swasta, serta BUMN,” ujarnya.
 
Direktur Utama BRI Sunarso memaparkan bahwa BMSI terdiri atas dua indikator yakni Indeks Aktivitas Bisnis (IAB) dan Indeks Ekspektasi Aktivitas Bisnis (IEAB). Jangkauannya bersifat nasional dan akan dipublikasikan rutin setiap kuartal oleh BRI, sehingga bisa menjadi bahan pertimbangan bagi pengambil kebijakan publik, khususnya di UMKM.
 
“Indeks ini kami launching untuk digunakan sebagai alat ukur aktivitas bisnis UMKM, dan kami buat sebagai bentuk kepedulian BRI terhadap aktivitas UMKM Indonesia, serta menjadileading indicatorpertama di Indonesia yang mengukur aktivitas UMKM,” ujar Sunarso.
 
Bagi BRI, BMSI menjadi guidelines dalam menumbuhkan UMKM, terutama dalam menyusun strategi dan pendekatan yang benar terhadap UMKM. Fasilitas ini dapat juga dijadikan salah satu indikator untuk keperluanmonitoringdanearly warning system(EWS) terhadap keberlangsungan usaha debitur UMKM.
 
'Sekarang yang kita baca adalah ekspektasinya UMKM itu positif, akan menggeliat maka kita siapkan produknya, layanan, dan sistem layanannya, supaya approach-nya itu sesuai dengan apa yang dibutuhkan di lapangan. Itu yang saya katakan bahwa BSMI akan menjadi pedoman untuk menumbuhkan UMKM,” jelas Sunarso.
 
Adapun berdasarkan publikasi perdana BSMI pada kuartal III tahun ini, terlihat bahwa kondisi pelaku UMKM saat ini sudah mulai bangkit. Indeks UMKM tercatat naik dari 65,5 menjadi 84,4 per September 2020.

 
BSMI juga merekam ekspektasi pelaku UMKM yang meningkat hingga 109,3 untuk kuartal IV-2020. Peningkatan ini menandakan adanya optimisme pengusaha akan perbaikan kondisi ekonomi mulai akhir tahun ini.
 
(SAW)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif