Kekurangan Gizi. Foto : Medcom.
Kekurangan Gizi. Foto : Medcom.

Stunting Jadi Ancaman Raih Potensi Bonus Demografi

Ekonomi bonus demografi stunting virus corona pandemi covid-19
Suci Sedya Utami • 28 Juli 2021 17:04
Jakarta: Stunting tidak hanya membawa dampak negatif pada hidup anak Indonesia, tapi juga mengancam potensi bonus demografi negeri berpenduduk terbesar keempat di dunia ini. Untuk itu, penting bagi pemerintah untuk memastikan pemenuhan gizi anak sedini mungkin demi pertumbuhan yang baik.
 
Peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Arumdriya Murwani mengatakan stunting terjadi ketika anak mengalami kekurangan asupan gizi dalam waktu yang lama sehingga menghambat pertumbuhan fisik dan mental anak. Akibatnya anak tidak mengalami pertumbuhan fisik yang maksimal. Tinggi badan anak stunting biasanya lebih pendek dari rata-rata tinggi anak seusianya.
 
"Tidak hanya berdampak pada fisik, kecerdasan anak stunting biasanya juga tidak lebih baik daripada anak yang tidak mengalami stunting dan cenderung lebih mudah mengalami masalah kesehatan," ujar Arumdriya, dalam keterangan resmi, Rabu, 28 Juli 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Laporan 2021 State of Food Security and Nutrition in the World, memperkirakan stunting di Indonesia mencapai 31,8 persen pada 2020. Stunting acap kali dianggap sebagai sesuatu yang wajar dan dikaitkan dengan genetika orangtua, bukan dengan malnutrisi sehingga cenderung diabaikan.
 
Padahal stunting tidak hanya memengaruhi kondisi fisik, tapi juga perkembangan otak dan dalam jangka panjang berpengaruh pada menurunnya produktivitas dan membengkaknya biaya kesehatan.
 
Menurut dirinya kekurangan mikronutrien penting, seperti yang berasal dari protein hewani dapat menurunkan mutu pola makan dan menimbulkan risiko malnutrisi dan stunting pada anak-anak. Selain itu, studi Mertens & Peñalvo di 2021 memperlihatkan malnutrisi juga membawa risiko penurunan imun, dan meningkatkan kerawanan balita, anak-anak, remaja dan usia lanjut selama pandemi covid-19.
 
Arumdriya mengatakan faktor ekonomi merupakan salah satu penyebab utama tidak terpenuhinya nutrisi. Studi World Food Program pada tahun 2017, menemukan bahwa Rp1,19 juta merupakan rerata biaya bulanan pemenuhan makanan bergizi satu keluarga Indonesia, sedangkan survei pengeluaran konsumsi rumah tangga Badan Pusat Statistik (BPS) di Maret 2020 memperlihatkan rerata pengeluaran pangan bulanan rumah tangga di Maret 2020 hanya Rp603.236.
 
Salah satu yang bisa dilakukan adalah mendorong terwujudnya harga pangan yang terjangkau di seluruh Indonesia. Keterjangkauan sangat penting untuk diperhatikan karena percuma saja ada makanan bernutrisi kalau tidak bisa dijangkau oleh masyarakat.
 
"Di sinilah peran harga pangan menjadi penting untuk diperhatikan pemerintah. Penurunan harga dapat dicapai dengan meningkatkan ketersediaan barang di pasar," kata dia.
 
Langkah Kementerian Pertanian bersinergi dengan BPS dalam penyediaan data pangan sangat strategis karena pengambilan kebijakan yang akurat juga membutuhkan data yang akurat. Sebelumnya, harga-harga sering tidak mencerminkan realita pasar sehingga Kementerian Perdagangan, setelah melalui rapat koordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait, kemudian membuka keran impor agar harga pangan terjangkau.
 
Dengan mengandalkan harga sebagai parameter kondisi pasar, permintaan barang akan terukur dengan lebih baik. Untuk itu Badan Urusan Logistik (Bulog) perlu diberi keleluasaan menganalisis kondisi pasar secara independen dan tidak terpaku pada instruksi Rapat Koordinasi yang cenderung tidak responsif terhadap kondisi pasar yang sangat dinamis.
 
"Di waktu yang bersamaan, pemerintah juga perlu mendukung sektor agrikultur dengan terus mendorong produksi dengan biaya produksi yang seefisien mungkin. Selain agar dapat menyajikan harga komoditas lokal yang bersaing dengan komoditas impor, juga agar harga pangan dapat lebih terjangkau bagi masyarakat," tutur Arumdriya.
 
Lebih lanjut, modernisasi teknologi pertanian, peningkatan kesejahteraan petani, dan juga peningkatan serapan benih melalui program kebijakan yang tepat sasaran, merupakan beberapa dukungan yang diperlukan.

 
(SAW)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif