Ilustrasi kilang Tuban - - Foto: dok Pertamina
Ilustrasi kilang Tuban - - Foto: dok Pertamina

Kementerian BUMN dan Pertamina Cek Keandalan Operasi Proyek Sarfas Energi di Tuban

Nia Deviyana • 10 November 2021 16:20
Jakarta: Kementerian BUMN bersama Pertamina International Shipping (PIS), Pertamina Patra Niaga (PPN), dan Kilang Pertamina Internasional (KPI) melakukan Management Walkthrough (MWT) ke proyek dan sarfas energi yang berada di Tuban, Jawa Timur.
 
Kegiatan MWT dilaksanakan di Unit Usaha Terminal LPG Refrigerated Tuban, Petrokimia PT Trans Pacific Petrochemical Indotama, dan Terminal BBM Tuban.
 
"Tujuan dibangunnya terminal LPG Tuban ini adalah menggantikan floating storage LPG di Pelabuhan Kalbut yang menggunakan dua unit Tanker VLGC, dan menjamin keandalan suplai pasokan LPG di wilayah Jawa bagian timur, Bali, Nusa Tenggara dan wilayah Indonesia Timur," ujar Direktur Armada PIS, I Putu Puja Astawa melalui keterangan tertulis, Rabu, 10 November 2021.
Sementara itu, Direktur Keuangan PIS, Diah Kurniawati optimistis hadirnya Terminal LPG Tuban akan mampu menghemat biaya dalam proses rantai distribusi LPG.
 
"Menjadi sangat penting bagaimana kita membangun infrastruktur energi yang tepat dan efisien, dengan komitmen yang kuat dari PIS sebagai Subholding IML dan kesiapan PKT mengelola enam terminal, Kementerian BUMN yakin akan keandalan operasional terminal tersebut dan melakukan langkah-langkah pengembangan strategis lainnya," ungkapnya.

 
Terminal LPG Refrigerated Tuban saat ini dalam tahap pembangunan. Meliputi sarana fasilitas dua tangki refrigerated berkapasitas 44 ribu MT dan dua tangki pressurized berkapasitas 2.500 MT, serta didukung tiga jeti yang berkapasitas 65 ribu DWT. Terminal LPG Tuban ditargetkan selesai tahap commissioning dan beroperasi penuh pada 2024.
 
Pada hari yang sama, Direktur SDM Pertamina (Persero) Erry Sugiharto juga melaksanakan kegiatan MWT di Integrated Terminal Tanjung Uban, Kepulauan Riau yang juga merupakan salah satu dari enam terminal yang dialihkan kepada PIS.
 
"Penyiapan dan pemenuhan manpower yang capable menjadi faktor prioritas dalam pengelolaan enam terminal yang sekarang di kelola oleh PKT di bawah Subholding IML, hal ini akan kita bahas di tingkat direksi, sehingga transisi dan transfer terminal tidak mengganggu operasional," ujar Erry.
 
Erry menambahkan dibutuhkan kesiapan SDM, baik dari PIS maupun dari holding Pertamina untuk mewujudkan operational excellence dan upgrading terminal untuk menangkap peluang kerja sama dengan pihak ketiga, khususnya dengan skema supplier held stock.
 
Selain melihat keandalan sarfas, kunjungan ini juga menjajaki sinergi PIS Subholding IML dengan Pertamina Power Indonesia (PPI) terkait pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Tanjung Uban.

 
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news Medcom.id

(Des)



LEAVE A COMMENT
LOADING
social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif