Ilustrasi pedagang minyak goreng kemasan dan minyak goreng curah - - Foto: MI/ Andri Widyanto
Ilustrasi pedagang minyak goreng kemasan dan minyak goreng curah - - Foto: MI/ Andri Widyanto

Pemerintah Diminta Tetap Fokus Benahi Masalah Minyak Goreng

Annisa ayu artanti • 23 Mei 2022 12:07
Jakarta: Kepala Penelitian Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Felippa Ann Amanta meminta pemerintah tetap membenahi masalah minyak goreng meski larangan ekspor crude palm oil (CPO) dan turunannya telah dicabut.
 
“Kami mengapresiasi langkah pemerintah dalam mendengarkan masukan dari berbagai pihak untuk membatalkan kebijakan pelarangan ekspor CPO, Walaupun begitu, pemerintah juga perlu fokus pada pembenahan tata niaga minyak goreng supaya pasokan terjaga dan harganya dapat dijangkau oleh semua lapisan masyarakat," kata Felippa dalam keterangan tertulis, Senin, 23 Mei 2022.
 
Ia mengungkapkan, langkah ini sangat diperlukan untuk memitigasi risiko krisis pangan di tingkat global. Harga CPO di pasar internasional melonjak sejak akhir 2021, dan terus meningkat seiring krisis Rusia dan Ukraina serta kebijakan larangan ekspor oleh Indonesia.  

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Asal tau saja, Indonesia memasok sekitar 60 persen dari total pasokan CPO dunia sehingga berkurangnya pasokan CPO di pasar internasional akan berdampak pada banyak negara.
 
Pencabutan pelarangan ekspor juga diharapkan turut berperan dalam pemulihan ekonomi nasional maupun global. Indonesia adalah eksportir utama CPO, dengan nilai ekspor CPO sekitar USD35 miliar di 2021.
 
Selain itu, ekspor produk olahan CPO juga cukup signifikan di kisaran USD3 miliar. Pendapatan dari cukai ekspor digunakan untuk program-program BPDPKS, termasuk program peremajaan dan pengelolaan kelapa sawit yang berkelanjutan.
 
Dalam jangka panjang, pemerintah perlu memperhatikan peningkatan permintaan CPO seperti untuk minyak goreng, biodiesel, maupun produk olahan lainnya di Indonesia maupun di tingkat global.
 
"Setelah pencabutan larangan ekspor CPO, HET minyak goreng curah serta subsidi untuk minyak goreng curah perlu dikaji ulang. Pengenaan HET akan membuat pedagang enggan melepas stoknya ke pasar untuk minyak curah dan memperbesar terjadinya kelangkaan," tuturnya.
 
Data Indeks Bulanan Rumah Tangga (BuRT) CIPS menunjukkan, harga minyak goreng kemasan masih terpantau tinggi, namun pasokan terjaga. Di bulan Desember 2021, harganya mencapai Rp20.667 per liter. Harga kemudian turun menjadi Rp19.555 dan Rp14.000 di bulan Januari dan Februari tahun ini, namun terjadi kelangkaan di pasar. Harga Rp 14.000 didapat karena penerapan HET.
 
Pencabutan HET membuat harga kembali ke kisaran Rp18.505 di bulan Maret dan semakin melambung mencapai Rp26.360 di bulan April. Di bulan Mei, data PIHPS mencatat harga masih berkisar Rp25.000 hingga Rp26.000.
 
(Des)


LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif