Ilustrasi. Foto: dok MI/Susanto.
Ilustrasi. Foto: dok MI/Susanto.

Masih Lesu, Industri Aviasi RI Didorong Bangkit

Ekonomi bali Pariwisata Penerbangan Industri Penerbangan pandemi covid-19 Pilot
Eko Nordiansyah • 19 April 2022 11:34
Jakarta: Minat masyarakat terhadap industri aviasi dinilai cukup tinggi, meskipun secara umum industri ini mengalami kelesuan sebagai dampak dari pandemi selama dua tahun terakhir. Namun hal ini menjadi tantangan yang harus diselesaikan para pelaku aviasi.
 
Sekolah pilot Bali International Flight Academy (BIFA) melakukan adaptasi akan tingginya minat masyarakat untuk menjadi pilot. Apalagi BIFA telah meluluskan lebih dari 1.104 pilot yang memiliki lisensi untuk bisa menerbangkan pesawat non-komersial pada akhir 2021.
 
"Program kami adalah bagian dari sumbangsih untuk mempromosikan aviasi di Indonesia dan juga mempromosikan keindahan Bali," kata CEO BIFA I Gusti Wiradharma B. Oka dalam keterangan tertulis, Selasa, 19 April 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ia mengungkapkan, BIFA memperkenalkan program Private Pilot License-Eksekutif (PPL-E). Program ini menargetkan mereka yang memiliki mimpi untuk dapat menerbangkan pesawat nonkomersial dengan waktu pembelajaran relatif singkat.
 
Program PPL-E merupakan sertifikasi pilot penerbangan pribadi yang telah memenuhi standar persyaratan Directorate General of Civil Aviation (DGCA) yang mencakup perencanaan, implementasi, pengontrolan, dan pengawasan operasional penerbangan.
 
Dengan fleksibilitas dari sisi waktu dan lokasi untuk para eksekutif maupun profesional yang selama ini berkarir di luar industri aviasi, peserta dapat mendaftar di program khusus yang berdurasi antara 23 minggu hingga maksimal satu tahun ini.
 
Selain itu, program PPL-E sudah meliputi ground training yang dapat dilakukan secara online, FTD training di home base BIFA yang berlokasi di Bandara Buleleng Bali dengan simulator terbang Redbird FMX, flight training menggunakan pesawat Cessna 172.
 
Chief Financial Officer (CFO) BIFA Irma Damayanti Djohan melanjutkan, peserta akan merasakan pengalaman untuk menjadi seorang private pilot. Untuk flight training, para siswa dapat memilih lokasi yang tersedia di Bali, Banyuwangi, ataupun Solo.
 
Adapun syarat mengikuti program ini yaitu berusia 17-60 tahun, minimal pendidikan SMA, memiliki kemampuan berbahasa Inggris dengan TOEIC score minimal 450, dan lulus pemeriksaan kesehatan yang dilakukan di Balai Kesehatan Penerbangan.
 
"Dengan pelatihan yang singkat, trainee bisa menyalurkan hobinya sebagai penerbang, untuk terbang kapanpun dan dimanapun tempat BIFA beroperasi. Dengan program ini BIFA memberikan kesempatan pada siapapun yang ingin mewujudkan mimpinya sebagai seorang pilot," pungkas Irma.
 
(AHL)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif