"Menjelang Ramadan dan Idulftri, diharapkan Holding Pangan ID FOOD bersama NFA turut mengamankan ketersediaan sembilan bahan pangan strategis," kata Kepala NFA Arief Prasetyo Adi, usai rapat koordinasi bersama Keasdepan Industri Pangan dan Pupuk Kementerian BUMN, dikutip Senin, 28 Februari 2022.
Pengamanan sembilan bahan pangan tersebut dilakukan melalui percepatan ketersediaan dan keterjangkauan pangan dengan harga terjangkau. "Holding Pangan ID FOOD dapat bersinergi lakukan percepatan data stok dan harga pangan melalui platform dan sentralisasi dengan data pangan NFA," ujarnya.
Selain itu, lanjut Arief, NFA juga akan memitigasi risiko kelangkaan bahan pokok pangan yang kerap kali naik menjelang hari besar keagamaan. NFA akan fokus pada penyelarasan data sentral pangan. Bahan pokok pangan itu seperti stok daging, ayam, hingga telur yang permintaannya terus meningkat menjelang Ramadan.
"Oleh karenanya perlu penyelarasan data segera untuk solusi pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat,” jelasnya.
Saling bersinergi
Menteri BUMN Erick Thohir sebelumnya mengatakan BUMN Pangan dapat saling bersinergi dengan stakeholders untuk menciptakan ekosistem pangan berkelanjutan.Asisten Deputi Industri Pangan dan Pupuk Kementerian BUMN Zuryati Simbolon menambahkan bahwa BUMN mendukung NFA dalam sentralisasi data mulai dari data stok dan harga pangan hingga data proyeksi panen, sehingga dapat bersama-sama NFA dalam penugasan ke BUMN di sektor Pangan seperti Holding Pangan ID FOOD dan Perum Bulog.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama PT RNI (Persero) Holding Pangan ID FOOD Endang Suraningsih mengatakan siap mendukung NFA, dalam bentuk validasi dan sinkronisasi data pangan bersama NFA, sehingga menjadi Informasi yang bermanfaat dalam ketepatan proyeksi, maupun solusi yang bisa dieksekusi dengan cepat.
“ID FOOD siap mengeksekusi kebijakan- kebijakan regulasi Badan pangan nasional/NFA, mengembangkan platform data pangan dan sinkronisasi dengan NFA,” pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News