Wakil Menteri BUMN I Pahala Mansury. Foto: Medcom.id.
Wakil Menteri BUMN I Pahala Mansury. Foto: Medcom.id.

Holding BUMN Jasa Survei Resmi Terbentuk, Ini Namanya

Husen Miftahudin • 18 Desember 2021 10:29
Jakarta: Pemerintah resmi membentuk Holding BUMN Jasa Survei melalui Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 66 Tahun 2021 dengan melakukan inbreng saham PT Sucofindo dan PT Surveyor Indonesia ke PT Biro Klasifikasi Indonesia (Persero). Dengan langkah tersebut, pemerintah dapat mengoptimalkan layanan jasa survei di Indonesia dan dunia.
 
Ketiga BUMN Jasa Survei ini mulai beroperasi bersama, salah satunya ditandai dengan memanfaatkan aset bersama seperti laboratorium, integrasi infrastrukur, peralatan, sumber daya manusia, dan aset lainnya untuk meningkatkan layanan jasa pengujian, inspeksi, sertifikasi, klasifikasi, dan statutori di dalam negeri dan luar negeri.
 
"Pemerintah berharap agar Holding Jasa Survei dengan nama ID Survey semakin optimal dengan beroperasi bersama melalui keunggulan kompetensi, teknologi dan aset-aset yang dimilikinya. Dengan menggabungkan kekuatan dari ketiga BUMN jasa survei ini, diharapkan Holding Jasa Survei akan menjadi perusahaan berkelas dunia," ujar Wakil Menteri BUMN I Pahala Mansury, dalam keterangan tertulisnya, Sabtu, 18 Desember 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pahala berharap agar ID Survey mampu menciptakan nilai tambah, efisiensi, penguatan rantai pasokan, hingga inovasi bisnis model sehingga kian kompetitif dan mampu bersaing tidak hanya di dalam negeri, tetapi juga memberikan pelayanan jasa survei di pasar global.

3 BUMN beroperasi bersama

Sementara itu, Direktur Utama Biro Klasifikasi Indonesia Rudianto menjelaskan, melalui soft launching dengan penyerahan Akta Inbreng dari Sucofindo dan Surveyor Indonesia ke Biro Klasifikasi Indonesia menjadi titik awal beroperasinya ketiga BUMN ini dalam memberikan jasa survei yang berkualitas dan kompetitif.
 
"Ketiga BUMN ini akan mulai beroperasi bersama, salah satunya ditandai dengan memanfaatkan aset bersama seperti laboratorium, integrasi infrastruktur, peralatan, sumber daya manusia, dan aset lainnya untuk meningkatkan layanan jasa pengujian, inspeksi, sertifikasi klasifikasi, dan statutori. Holding BUMN Jasa Survei yang diberi nama ID Survey juga akan fokus dalam melakukan pengembangan jasa baru dan perluasan pasar baik di dalam negeri maupun internasional," tuturnya.
 
Direktur Utama Sucofindo Mas Wigrantoro Roes Setiyadi menambahkan, dengan kolaborasi ini, ID Survey akan memiliki kurang lebih 327 laboratorium teknik, kalibarasi, batu bara, mineral, lingkungan, kimia umum, serta minyak dan gas.
 
"Sucofindo juga memiliki 66 kantor cabang yang tersebar di wilayah Indonesia. Jika digabung dalam Holding BUMN Jasa Survei, maka total mencapai 85 cabang. Ini merupakan sumber daya yang dapat dioperasikan bersama untuk memperbesar skala bisnis dalam pelayanan jasa survei. Kami berharap agar Holding BUMN Jasa Survei menjadi perusahaan berkelas dunia dan mampu meningkatkan kontribusinya kepada negara," urai dia.

Tingkatkan TKDN

Direktur Utama Surveyor Indonesia M. Haris Witjaksono menyampaikan pihaknya siap mendukung pemerintah dalam meningkatkan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).
 
"Kami siap mendukung produk lokal agar semakin berdaya saing dan tidak kalah dengan produk impor. Melalui implementasi TKDN, mampu meningkatkan perekonomian nasional," tegas Haris.
 
Ditargetkan, pada 2024 Indonesia dapat mengurangi ketergantungan pada produk impor sekaligus turut memperkuat struktur industri nasional dengan cara mendapatkan rerata nilai implementasi TKDN sebesar 50 persen. Di samping turut menjalankan amanat dari Presiden Joko Widodo, implementasi P3DN juga diharapkan dapat mengakselerasi tingkat produktivitas nasional demi mendukung pemulihan ekonomi nasional selama pandemi covid-19.
 
(AHL)


LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif