Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia. Foto : Medcom.
Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia. Foto : Medcom.

Bahlil Minta Lotte Chemical Corporation Percepat Realisasi Investasi USD4 Miliar

Ekonomi investasi BKPM Ekonomi Indonesia lotte group Bahlil Lahadalia
Eko Nordiansyah • 10 Januari 2022 10:59
Jakarta: Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia menandatangani Nota Kesepahaman antara Kementerian Investasi/BKPM dengan Lotte Chemical Corporation (LCC) dalam rangka fasilitasi percepatan realisasi investasi pembangunan kompleks petrokimia Lotte Chemical Indonesia New Ethylene Project (LINE Project).
 
Bahlil menyampaikan rencana investasi pembangunan kompleks petrokimia berupa naphtha cracker senilai USD4 miliar yang di Cilegon, Banten ini merupakan bagian dari total investasi mangkrak sebesar Rp708 triliun yang menjadi tugas khusus Kementerian Investasi/BKPM dari Presiden Joko Widodo untuk diselesaikan.
 
"Ini sudah mangkrak 4-5 tahun. Tetapi berkat kerja keras tim Lotte Chemical, Dubes Korea di Indonesia, dan Kementerian/Lembaga terkait, Krakatau Steel, BUMN, ini bisa selesai. Melalui investasi ini, pasti neraca perdagangan akan semakin membaik, dan ini juga akan mendatangkan devisa, serta menyediakan lapangan kerja yang maksimal," ujar Bahlil dalam keterangan resminya, Senin, 10 Januari 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Bahlil menjelaskan Indonesia ke depan akan mendorong investasi yang berkualitas, salah satunya adalah melakukan transformasi ekonomi melalui hilirisasi. Industrialisasi adalah bagian terpenting dalam melahirkan produk-produk substitusi impor. Oleh karena itu, Bahlil memberikan apresiasi kepada PT LCI, dimana produk hilirisasi ini akan melahirkan produk substitusi impor.
 
Duta Besar Republik Korea untuk Republik Indonesia Park Tae-sung menyampaikan, investasi yang dilakukan Lotte Chemical ini akan menjadi pendorong bagi mitra kerja sama lainnya untuk melakukan investasi berkelanjutan. Rangkaian investasi tersebut dapat menjadi batu loncatan bagi Indonesia untuk menjadi pusat industri petrokimia di kawasan ASEAN.
 
"Saya harap Bapak Menteri Investasi berkenan mengawal terus proyek ini agar pembangunan dapat berjalan sesuai jadwal. Untuk itu, kita perlu membenahi bersama kebijakan yang dapat mendukung dan meningkatkan daya saing global. Saya juga meminta dukungan penuh dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian dan Kementerian Perindustrian yang hadir hari ini," ujar Park.
 
Vice Chairman & CEO LCC Kim Gyo Hyun menyampaikan, melalui proyek ini dapat terselesaikan dengan baik dan memberikan kontribusi besar bagi industri petrokimia secara menyeluruh. Naphtha cracker yang akan dibangun pertama kali di Indonesia sejak 25 tahun silam ini bukan hanya milik Lotte Group.
 
"Tapi mempunyai arti yang sangat penting bagi industri petrokimia Indonesia. Kepada semua pihak yang telah membantu proyek ini, khususnya kepada pejabat pemerintah pusat dan daerah di Indonesia, izinkan saya mengucapkan terima kasih sedalam-dalamnya,” ungkap Kim.
 
Kim memastikan Lotte Chemical juga terus mengedepankan ekonomi berkelanjutan, termasuk meminimalisasi emisi karbon. Proyek LINE rencananya akan mulai tahap konstruksi pada 2022 dan mulai beroperasi pada 2025 mendatang. Target produksi proyek ini untuk menghasilkan satu juta ton ethylene, 520 ribu ton propylene, 250 ribu ton polypropylene per tahun.
 
(SAW)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif