Ilustrasi calon penumpang pesawat di bandara yang dikelola AP I - - Foto: dok MI
Ilustrasi calon penumpang pesawat di bandara yang dikelola AP I - - Foto: dok MI

Angkasa Pura I Catat Kenaikan Trafik Penumpang, Bandara Sultan Hasanuddin Paling Tinggi

Ekonomi Bandara Penerbangan angkasa pura 1 penumpang pesawat meningkat
Annisa ayu artanti • 04 Januari 2022 18:07
Jakarta: PT Angkasa Pura I (Persero) mencatat trafik penumpang pada 15 bandara yang dikelola mencapai 1.933.843 penumpang selama periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2021. Sebaliknya, trafik pergerakan pesawat turun 14 persen menjadi 19.843 pergerakan.
 
"Peningkatan jumlah penumpang di bandara-bandara yang kami kelola di bulan Desember ini menunjukkan telah mulai pulihnya kepercayaan diri masyarakat untuk mulai bepergian dengan transportasi udara seiring dengan semakin terkendalinya kasus covid-19 di Tanah Air," kata Direktur Utama Angkasa Pura I Faik Fahmi dalam keterangan tertulis, Selasa, 4 Januari 2022.

Ini trafik bandara tertinggi pada periode Nataru:

  • Bandara Sultan Hasanuddin Makassar dengan trafik sebesar 391.592 penumpang
  • Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali dengan trafik sebesar 384.931 penumpang
  • Bandara Juanda Surabaya dengan trafik sebesar 372.768 penumpang
Sementara itu untuk trafik penerbangan selama 2021 turun hingga 11 persen jika dibandingkan 2020. Pada tahun lalu, AP I mencatat hanya melayani penumpang hingga 28.294.809 penumpang, turun 11 persen dibanding trafik penumpang pada 2020 yang mencapai 31.847.842 penumpang. 
 
Kemudian untuk trafik pesawat pada 2021 juga mengalami penurunan sebesar 14 persen menjadi 329.859 pergerakan pesawat dari 385.345 pergerakan pesawat pada 2020. Sedangkan untuk trafik kargo pada 2021 tercatat turun lima persen menjadi 422.637.669 kg dari 445.130.005 kg pada 2020.
 
Penurunan trafik penumpang, pergerakan pesawat, dan kargo itu, katanya akibat dari peningkatan kasus covid-19 pada pertengahan 2021 yang mengakibatkan pemerintah harus mengambil keputusan pengetatan aktivitas masyarakat kembali.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Hal ini merupakan dampak dari pandemi covid-19 dan pemberlakuan kebijakan pembatasan aktivitas fisik masyarakat, termasuk aktivitas transportasi udara melalui PPKM Darurat yang terjadi pada Juli-September 2021 lalu," jelasnya.
 
(Des)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif