Ilustrasi. Foto: AFP
Ilustrasi. Foto: AFP

Indonesia Cabut Larangan Operasi Boeing 737 Max

Ekonomi Penerbangan Kementerian Perhubungan Boeing 737 MAX
Desi Angriani • 28 Desember 2021 14:10
Jakarta: Kementerian Perhubungan (Kemenhub) akhirnya mencabut larangan beroperasi seluruh pesawat Boeing 737-8 (737MAX) di Indonesia. Pesawat itu sebelumnya dilarang terbang setelah mengalami dua kecelakaan fatal pada 2019.
 
Dirjen Perhubungan Udara Novie Riyanto menyatakan pencabutan larangan tersebut telah melalui proses investigasi dan perbaikan pada sistem pesawat Boeing 737 Max. Dengan kata lain, perubahan dalam perangkat lunak, desain, dan pelatihan terkait operasional pesawat itu telah mendapat jaminan kelayakan terbang.
 
"Kami telah melakukan koordinasi dengan otoritas dan operator penerbangan dari berbagai dunia, khususnya ASEAN. Hingga saat ini, beberapa negara telah mengijinkan kembali pengoperasian pesawat 737 Max. Mengikuti perkembangan itu, Direktorat Jendaral Perhubungan Udara, juga tengah melakukan persiapan untuk menerbitkan surat pencabutan larangan beroperasi bagi pesawat 737 Max," katanya dalam siaran pers, Selasa, 28 Desember 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Novie menambahkan Kemenhub juga telah melakukan evaluasi teknis terhadap perubahan desain flight control dan evaluasi beban kerja pilot untuk pesawat Boeing 737 Maxdi Simulator Boeing Flight Services yang bertempat di Singapura.
 
“Kegiatan itu dihadiri perwakilan Otoritas Penerbangan Sipil Amerika Serikat (FAA) di Singapura, Otoritas Penerbangan Sipil Singapura (CAAS), Boeing, dan juga dihadiri secara virtual oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, FAA dan Boeing Seattle,” ungkap dia.
 
Adapun Kemenhub menyiapkan aturan teknis penerbangan pesawat jenis tersebut berupa penerbitan dan pelaksanaan perintah kelaikudaraan sesuai dengan ketentuan FAA, persiapan pelatihan dan pelaksanaan simulator untuk pilot dan pedoman teknis 737MAX yang mengacu dari Boeing.
 
"Beberapa operator penerbangan, menyatakan telah melaksanakan perintah kelaikudaraan untuk pesawat 737MAX, sesuai dengan ketentuan FAA dan akan mempersiapkan pelatihan dan simulator di fasilitas terdekat, yaitu di Singapura," tambah dia.
 
Selain itu, Kemenhub mengadopsi prosedur pencabutan CB Stick Shaker yang dapat menghilangkan gangguan kepada pilot dan berpotensi menambah beban kerja pilot serta dapat menurunkan keselamatan.
 
"Kami minta, ketentuan yang telah ditetapkan bisa dipenuhi operator penerbangan, dan kepada seluruh regulator penerbangan untuk berkomitmen dalam pemenuhan ketentuan keselamatan tersebut, sebelum pesawat 737MAX kembali beroperasi di Indonesia," pungkas dia.
 
Sebelumnya, Boeing 737 MAX dilarang terbang di seluruh dunia pada Maret 2019 usai dua kecelakaan di Indonesia dan Ethiophia. Total ada 346 korban jiwa akibat kecelakaan moda udara itu.
 
 
 
(DEV)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif