MRT Jakarta Fase II bangun delapan stasiun baru. Foto: dok MRT.
MRT Jakarta Fase II bangun delapan stasiun baru. Foto: dok MRT.

MRT Jakarta Fase II Bangun 8 Stasiun Baru

Ekonomi mrt Proyek MRT
Syah Sabur • 25 Juli 2020 21:04
Jakarta: MRT Jakarta terus melakukan pembangunan guna memenuhi kebutuhan angkutan warga. Untuk fase dua, yang akan mulai dibangun pada akhir Juli 2020, MRT akan menambahi delapan stasiun baru.
 
Direktur Utama PT MRT William Sabandar mengatakan MRT fase dua terdiri dari dua paket proyek, yakni MRT Fase 2A yang mencakup jalur dari kawasan Hotel Indonesia sampai Kota, dan Fase 2B dari Kota sampai Ancol Barat.
 
MRT akan membangun delapan stasiun, yakni Stasiun Thamrin, Monas, Harmoni, Sawah Besar, Mangga Besar, Glodok, Kota, dan Depo Ancol Barat. Dari delapan stasiun tersebut, stasiun Thamrin dan Kota menjadi stasiun yang paling besar, dengan panjang 400 meter. Bahkan, stasiun ini memiliki 10 pintu masuk, area komersial sepanjang 200 meter, hingga terintegrasi langsung dengan Transjakarta.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Stasiun ini akan menjadi stasiun paling besar, terinterkoneksi dengan jalur Trans Jakarta yang dilengkapi dengan area komersil juga," ujar William dalam Forum Jurnalis MRT Juli, di Jakarta, dikutip Sabtu, 25 Juli 2020.
 
Dirut MRT Jakarta juga menyatakan jalur MRT fase II sepanjang 7,8 kilometer (km) ini akan dibangun di atas tanah (at grade) yang berlokasi di Kampung Bandan, Jakarta Utara. Sementara itu, tujuh stasiun lain dibangun di bawah tanah (underground).
 
Trase indikatif atau stasiun yang akan dilalui atau disinggahi kereta MRT Jakarta fase II antara lain Stasiun Sarinah, Stasiun Monas, Stasiun Harmoni, Stasiun Sawah Besar, Stasiun Mangga Besar, Stasiun Glodok, Stasiun Kota, dan Stasiun sekaligus Depo Kampung Bandan.
 
Untuk diketahui, MRT fase II rute Bundaran HI-Kota dibangun sepanjang 5,8 km dan akan memiliki tujuh stasiun bawah tanah, yakni Sarinah, Monas, Harmoni, Sawah Besar, Mangga Besar, Glodok, dan Kota. Kedalaman stasiun mulai dari 17 meter hingga 36 meter.
 
Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo dalam kesempatan berbeda mengatakan pihaknya akan memberlakukan rekayasa lalu lintas pada pekerjaan konstruksi paket CP201.
Selanjutnya, pekerjaan konstruksi paket CP201 tahap 1.2 akan dimulai 1 Desember sampai 30 Maret 2021. Pada tahap ini, pelayanan Halte Transjakarta Bank Indonesia masih dipindahkan ke halte Transjakarta sementara.
 
"Area pekerjaan menggunakan median tengah jalan dan jalur Transjakarta. Sementara itu, detour atau pelebaran di Jalan MH Thamrin sisi barat dan timur sudah dapat digunakan untuk lalu lintas," ujar Syafrin.
 
Selanjutnya William menjelaskan proyek MRT dan revitalisasi Monas harus terintegrasi karena sama-sama dikerjakan di lokasi cagar budaya serta kawasan hijau. "Seiring dengan pelaksanaan konstruksi di Monas, cagar budaya harus jadi bagian yang sangat serius. Ada nilai lingkungan harus dijaga termasuk kita atur pemindahan pohon," kata dia.
 
Mengingat keberadaan cagar budaya di sekitar Monas, pihak MRT juga mengaku telah berdiskusi dengan pihak Sekretariat Negara (Setneg) selaku ketua Komisi Pengarah Pengembangan Kawasan Medan Merdeka. Data sejarah menunjukkan, di masa lalu 3-4 meter di bawah permukaan Monas, sempat digelar Pasar Malam Gambir.
 
Untuk itu, MRT sudah sudah mendapatkan lampu hijau dari Setneg. "Sudah. Setneg juga ikut merumuskan bersama kita. Keputusan stasiun di Monas juga diambil oleh pengambil keputusan yang tinggi," tuturnya.
 
Awal Juli lalu, William juga menjelaskan wajah kawasan di titik-titik stasiun MRT Jakarta bakal disulap seperti kota metro di London hingga Tokyo. Konsep yang diusung adalah kawasan terpadu Transit Oriented Development (TOD) atau Kawasan Berorientasi Transit (KBT).
 
Dirut MRT juga menjelaskan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sudah merestui tiga kawasan stasiun MRT Jakarta untuk diubah dengan konsep tersebut.
 
"Di Februari kemarin dengan Pergub 15 tahun 2020 sebagai turunan dari situ sudah ada diterbitkan lagi Pergub terkait dengan panduan rancang kota, dan sudah diumumkan, sudah diresmikan untuk tiga kawasan yang pertama. Jadi ada, Pergub 55, 56, dan 57," kata Dirut MRT.
 
Yang pertama adalah KBT Blok M-ASEAN. Kawasan ini memiliki luas 470 ribu meter persegi. Di dalamnya akan dikembangkan 19,7 km trotoar, 16 fasilitas bike-sharing, dan fasilitas pendukung lainnya seperti ruang terbuka hijau.
 
Kedua adalah KBT Fatmawati. Kawasan ini luasnya mencapai 460 ribu meter persegi. Akan ada fasilitas trotoar dan bike-sharing juga. Lalu tepian sungai seluas 13.960 meter persegi yang dapat dikembangkan menjadi taman, plaza yang bisa digunakan untuk pedestarian.
 
Ketiga adalah KBT Lebak Bulus dengan luas 200 ribu meter persegi. Akan dibangun jalur pedestarian layang sepanjang 2.200 meter, hingga area pedagang kaki lima (PKL) seluas 5.000 meter persegi.
 
"Kalau kita lihat sekarang kepadatan bangunan di kawasan-kawasan stasiun MRT Jakarta itu belum padat. Kalau Anda ke tempat-tempat seperti Singapura, Tokyo, Hong Kong, London, itu semua stasiun-stasiun metro sudah pasti kepadatannya tinggi penghuninya di situ. Itu konsep TOD," jelasnya.
 
Nantinya akan menyusul dua kawasan TOD lainnya, yaitu TOD Dukuh Atas, dan TOD Istora Senayan. William memastikan, saat ini sedang berproses dan diharapkan segera final.
 
Dalam forum yang sama, Direktur Konstruksi MRT Jakarta Silvia Halim menambahkan selama pembangunan stasiun dan jalur MRT, akan ada sejumlah rekayasa yang akan dilakukan. Dia menyebut, setidaknya ada ada tiga tahapan selama konstruksi.
 
"Secara keseluruhan bisa dibilang ada tiga tahapan dari sekarang sampai selesainya proyek di Maret 2025. Tahap pertama kita menggeser traffic ke kanan dan kiri, jadi tengah itu jadi area kerja," ujarnya.
 
Selain itu, tahap kedua area kerjanya yang tadinya di tengah menjadi di sebelah kiri. "Jadi kita geser traffic ke sisi barat. Kemudian tahap ketiga kita akan menggeser area kerjanya dari sebelah kiri ke sebelah kanan, sehingga traffic kita geser lagi ke sebelah timur," lanjut William.
 
Sementara itu, selama pembangunan Stasiun Thamrin, Tugu Jam Thamrin akan direlokasi ke taman Banten. Rencananya pemindahan dilakukan pada Oktober tahun ini.
 
Selain itu, adanya pembongkaran Jembatan Penyeberangan orang (JPO) yang dilakukan pada Agustus 2020, hingga pemindahan Halte Transjakarta. Satu Halte akan dipindahkan di depan Bank Mandiri untuk ke arah selatan dan satunya di depan Bank Indonesia untuk ke arah utara.
 
"Jadi setelah kita konsultasi dengan Pemprov DKI Jakarta dan harus direlokasi selama pembangunan MRT Stasiun Thamrin. Saat ini kita sedang melakukan scanning dan evaluasi struktur rencananya Oktober akan dilakukan relokasi," ujarnya.
 
Untuk itu, pihak MRT mengimbau para pengguna jalan menghindari ruas jalan yang digunakan untuk proses pengerjaan MRT fase II dan dapat menyesuaikan pengaturan lalu lintas serta mematuhi rambu-rambu lalu lintas dan petunjuk petugas di lapangan.
 
(AHL)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif