Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan. Foto: dok Kemendag.
Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan. Foto: dok Kemendag.

Mendag Zulhas Klaim Harga Minyak Goreng Berangsur Turun

Husen Miftahudin • 15 Juli 2022 15:20
Jakarta: Sinergi pemerintah pusat dan pemerintah daerah membuahkan hasil signifikan dalam menjaga stabilitas harga pangan khususnya minyak goreng. Pascakunjungan kerja ke Lampung, Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan (Zulhas) mengungkapkan, harga minyak goreng di Provinsi Lampung mulai berangsur turun.
 
"Sinergi ini diharapkan terus terjadi sehingga masyarakat dapat menikmati harga pangan yang lebih terjangkau dan ibu-ibu rumah tangga merasa senang," kata Zulhas, dikutip dari keterangan tertulis, Jumat, 15 Juli 2022.
 
Mendag Zulhas melakukan kunjungan kerja pada Selasa, 12 Juli lalu. Pada kunjungan tersebut, ia melakukan pertemuan dengan para wali kota dan bupati se-Provinsi Lampung untuk berkoordinasi dalam menjaga stabilitas harga barang kebutuhan pokok, khususnya minyak goreng.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Ini merupakan kabar baik. Upaya konkret pemerintah pusat bersinergi dengan pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas harga minyak goreng telah membuahkan hasil," ujarnya.
 
Berdasarkan pantauan harian pada Sistem Pemantauan Pasar Kebutuhan Pokok (SP2KP) Kementerian Perdagangan (Kemendag) di Provinsi Lampung, harga rata-rata minyak goreng curah per 14 Juli 2022 tercatat sebesar Rp14.333 per liter. Harga ini turun signifikan hingga 17,7 persen dibandingkan 8 Juli 2022 yang tercatat sebesar Rp17.417 per liter.
 
Harga minyak goreng curah di tingkat nasional juga mengalami penurunan. Pada 14 Juli 2022, harga rata-rata minyak goreng curah tercatat sebesar Rp15.236 per liter, turun 2,4 persen dibandingkan 8 Juli 2022 yang tercatat sebesar Rp15.614 per liter.
 
Mendag Zulhas menyebut, untuk mengoptimalkan distribusi minyak goreng melalui skema Domestic Market Obligation (DMO), pemerintah pusat akan memperluas cakupan pendistribusian minyak goreng curah kemasan rakyat ke seluruh wilayah Indonesia. Minyak goreng tersebut harus menggunakan merek Minyakita dan mencantumkan harga eceran tertinggi (HET) sebesar Rp14 ribu per liter.
 
Baca juga: Zulhas Buka Suara soal Dugaan Kampanyekan Putrinya Sembari Bagikan Minyak Goreng

 
Sebelumnya, Kementerian Perdagangan telah melakukan peluncuran program minyak goreng kemasan rakyat dengan merek MinyaKita pada 6 Juli lalu. Program tersebut menjadi salah satu solusi biaya pengemasan yang harus dikeluarkan oleh pedagang pengecer kepada konsumen.
 
"Oleh karena itu, diharapkan dalam satu bulan ini program sudah menjangkau terutama wilayah Indonesia Timur sehingga HET minyak goreng curah di seluruh Indonesia dapat segera tercapai," imbuh Zulhas.
 
Ia pun turut mengajak seluruh perangkat daerah di seluruh provinsi di Indonesia untuk memastikan keberlanjutan kebijakan yang telah ditetapkan pemerintah pusat. "Salah satunya, menjaga kelancaran pelaksanaan penyaluran minyak goreng curah dengan harga Rp14 ribu per liter dan memantau kebijakan harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit," tutupnya.
 
(HUS)


LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif