Ilustrasi. FOTO: MI/ROMMY PUJIANTO
Ilustrasi. FOTO: MI/ROMMY PUJIANTO

Pekan Ini Emas Antam Kurang Bertenaga, Sempat Sentuh Rp1,042 Juta/Gram

Angga Bratadharma • 21 Januari 2023 16:06
Jakarta: Harga emas milik PT Aneka Tambang Tbk (Antam) pada perdagangan di sepanjang pekan ini berada di tren pelemahan. Logam mulia tak mampu terus merekah di tengah ketidakpastian ekonomi dunia yang membuat para investor mencari instrumen investasi yang lebih aman ketimbang di pasar saham.
 
Mengutip laman Logam Mulia Antam, Sabtu, 21 Januari 2023, harga emas Antam di awal pekan atau Senin, 16 Januari, berada di level Rp1,042 juta per gram. Lalu pada Selasa, 17 Januari, harga emas turun menjadi Rp1,032 juta per gram. Kemudian pada Rabu, 18 Januari, harga emas kembali turun jadi Rp1,022 juta per gram.
 
Sedangkan pada Kamis, 19 Januari, harga emas mulai mendapatkan tenaga dengan menguat ke posisi Rp1,029 juta per gram. Kemudian pada akhir pekan atau Jumat, 20 Januari, harga emas Antam mampu kembali naik menjadi Rp1,039 juta per gram. Sejauh ini harga emas Antam gagal terus menguat dan menembus level psikologis Rp2 juta per gram.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Di sisi lain, harga emas dunia menguat pada akhir perdagangan Jumat waktu setempat (Sabtu pagi WIB). Emas memperpanjang kenaikan untuk hari kedua berturut-turut dan mempertahankan kilaunya selama lima minggu beruntun karena Federal Reserve (Fed) diperkirakan memperlambat kenaikan suku bunganya.
Baca: 4 Tips Bijak Mengelola Uang Angpau

Kontrak harga emas paling aktif untuk pengiriman Februari di Divisi Comex New York Exchange, terdongkrak USD4,30 atau 0,22 persen menjadi USD1.928,20 per ons, setelah diperdagangkan mencapai tertinggi sesi di USD1.939,00 dan terendah di USD1.922,00.
 
Selain kenaikannya pada Jumat, 20 Januari, patokan kontrak berjangka emas AS juga naik 0,3 persen untuk minggu ini, menambah kenaikan 6,7 persen selama empat minggu sebelumnya dan kenaikan mingguan terpanjang sejak Agustus 2020.
 
"Emas menghadapi beberapa resistensi kuat menjelang level USD1.950 dan itu mungkin bertahan sampai kita mendapatkan keputusan FOMC pada awal bulan depan," kata Analis platform perdagangan daring OANDA Ed Moya, mengacu pada keputusan suku bunga 1 Februari dari Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC).
 
"Jika momentum bullish tetap ada, level USD2.000 akan tetap menjadi resistensi besar," pungkas Moya.
 
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news Medcom.id
 
(ABD)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif