Presiden Prabowo Subianto menjenguk korban kecelakaan KA Bekasi. Foto: Metro TV/Aris Setya.
Presiden Prabowo Subianto menjenguk korban kecelakaan KA Bekasi. Foto: Metro TV/Aris Setya.

Usai Tragedi Kecelakaan Kereta Api Bekasi Timur, Prabowo Dorong Percepatan Flyover di Bekasi

Arif Wicaksono • 28 April 2026 12:37

Jakarta: Pemerintah pusat mulai mengambil langkah percepatan pembenahan infrastruktur perlintasan kereta api setelah tragedi kecelakaan kereta di Bekasi Timur yang melibatkan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line, Senin malam, 27 April 2026.
 

Baca juga:  Update Korban Kecelakaan Kereta Bekasi Timur, 14 Orang Meninggal Dunia
 

Presiden Prabowo Subianto menyatakan telah menyetujui pembangunan flyover di wilayah Bekasi sebagai upaya mencegah kecelakaan serupa terulang kembali. Proyek tersebut akan dibangun melalui dukungan langsung pemerintah pusat setelah adanya usulan dari Pemerintah Daerah Bekasi.

Menurut Prabowo, kawasan Bekasi memiliki tingkat kepadatan penduduk tinggi dengan mobilitas transportasi kereta yang sangat besar. Kondisi tersebut membuat kebutuhan pembangunan infrastruktur penunjang keselamatan menjadi semakin mendesak.

Ia menilai masih banyak titik perlintasan kereta api di wilayah perkotaan yang belum memiliki sistem pengamanan memadai. Karena itu, pemerintah akan mempercepat pembangunan flyover maupun pos penjagaan di sejumlah titik rawan kecelakaan.

Tak hanya Bekasi, Presiden juga menyoroti kondisi sekitar 1.800 perlintasan kereta api di Pulau Jawa yang dinilai memerlukan pembenahan serius. Banyak lintasan disebut sudah berusia puluhan tahun dan belum mengalami modernisasi signifikan sejak era kolonial.

Pemerintah memperkirakan kebutuhan anggaran untuk program pembenahan lintasan kereta tersebut mencapai hampir Rp4 triliun. Dana itu akan difokuskan untuk peningkatan aspek keselamatan transportasi sekaligus mendukung kelancaran mobilitas masyarakat.

“Keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas utama. Infrastruktur lama yang berisiko perlu segera diperbaiki,” ujar Prabowo dikutip dari Antara.

Dalam kunjungannya, Presiden menyempatkan diri menemui korban yang masih menjalani perawatan di ruang bedah dan ruang Bougenville rumah sakit tersebut. Ia juga berdialog langsung dengan sejumlah keluarga korban.

Sementara itu, dampak kecelakaan kereta Bekasi Timur masih terus ditangani oleh pihak terkait. Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero), Bobby Rasyidin, menyampaikan jumlah korban meninggal dunia berdasarkan data terbaru mencapai 14 orang hingga Selasa pagi pukul 08.45 WIB.

Insiden tabrakan antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line tersebut menjadi salah satu kecelakaan transportasi terbesar yang terjadi di wilayah Jabodetabek dalam beberapa tahun terakhir, sekaligus memunculkan kembali sorotan terhadap keselamatan perlintasan kereta api di Indonesia.


 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(SAW)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan