Ilustrasi penipuan File APK. Foto: Medcom.id
Ilustrasi penipuan File APK. Foto: Medcom.id

Jangan Asal Klik! VIDA Ungkap Lonjakan Penipuan Digital Saat THR

Annisa ayu artanti • 14 Maret 2026 12:17
Ringkasnya gini..
  • VIDA meluncurkan kampanye “Jangan Asal Klik” jelang pencairan THR.
  • Sekitar 1.700 laporan scam muncul setiap hari menurut Komdigi.
  • Kerugian penipuan digital mencapai Rp9,1 triliun menurut data OJK.
Jakarta: Saat pencairan Tunjangan Hari Raya (THR), aktivitas digital masyarakat biasanya meningkat tajam. Kondisi ini sering dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan siber untuk menjalankan berbagai modus penipuan yang terlihat meyakinkan.
 
Melihat tren tersebut, VIDA, penyedia solusi digital identity dan fraud prevention di Indonesia, meluncurkan kampanye edukasi bertajuk “Jangan Asal Klik”.
 
Kampanye yang diluncurkan bersama Komdigi ini bertujuan meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap potensi penipuan digital yang kerap muncul ketika transaksi online meningkat, termasuk saat periode pencairan THR.

Pada kesempatan yang sama, VIDA juga merilis whitepaper berjudul “VIDA 2026 SEA Digital Identity Fraud Outlook.” Whitepaper tersebut mengulas bagaimana lonjakan penipuan digital kerap terjadi pada periode pencairan dana massal, termasuk saat pencairan THR.

Tren penipuan digital melihat momentum

Selain periode THR, laporan tersebut juga mengungkap pola berulang yang disebut “payday pulse”. Fenomena ini menggambarkan peningkatan risiko penipuan digital yang biasanya muncul setiap bulan pada rentang tanggal 25 hingga 28, bertepatan dengan periode gajian.
 
Direktur Pengawasan Sertifikasi dan Transaksi Elektronik Komdigi RI Teguh Afriyadi menegaskan bahwa tren penipuan digital saat ini sangat dipengaruhi oleh momentum tertentu.
 
Baca juga: THR Selalu Habis Sebelum Lebaran? Hindari 5 Kesalahan Keuangan Ini

“Setidaknya ada sekitar 1.700 laporan terkait scam setiap hari. Polanya meningkat dan sangat bergantung momentum, biasanya menjelang Lebaran, Natal, dan libur sekolah. Salah satu pemicunya adalah kebiasaan masyarakat yang terlalu cepat percaya tanpa verifikasi kebenarannya,” ujar Teguh dalam keterangan tertulis yang dikutip Sabtu, 14 Maret 2026.
 
Data dari CekRekening.id juga menunjukkan bahwa penipuan digital paling banyak terjadi melalui aplikasi pesan dan media sosial.
 
Dalam periode 2017 hingga 31 Oktober 2025, tercatat 396.691 laporan terkait nomor rekening bank dan e-wallet yang terindikasi digunakan untuk penipuan melalui aplikasi pesan. Sementara itu, 281.050 laporan berasal dari kasus yang terjadi di media sosial.

Mengapa banyak orang terjebak penipuan?

Salah satu penyebab utama maraknya penipuan digital adalah kebiasaan pengguna yang langsung merespons pesan atau tautan tanpa melakukan verifikasi terlebih dahulu.
 
Karena itu, kampanye “Jangan Asal Klik” mengajak masyarakat untuk berhenti sejenak dan memeriksa apakah pesan, tautan, atau dokumen yang diterima berpotensi mencurigakan sebelum mengambil tindakan.
 
Chief Operating Officer VIDA, Victor Indajang, menambahkan bahwa penipuan digital kini tidak lagi dilakukan secara individual, melainkan semakin terorganisir dan berkembang layaknya sebuah industri.
 
Oleh karena itu, menurutnya, garda utama perlindungan tetap dimulai dari kesadaran diri, jangan mudah tergiur, jangan terburu-buru saat menerima pesan atau dokumen, dan biasakan stop, cerna, verifikasi, baru bertindak.

Tips aman menghindari scam digital

Untuk menghindari risiko penipuan digital, VIDA mengajak masyarakat membangun kebiasaan digital yang lebih aman, terutama saat periode pencairan THR.
 
Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain:
 
- Jangan klik link dari pesan tidak dikenal, apalagi yang menciptakan rasa panik
- Jangan bagikan OTP, PIN, atau kode verifikasi dalam bentuk apa pun
- Waspadai file APK atau dokumen yang meminta instalasi aplikasi tambahan
- Verifikasi ulang setiap permintaan transfer dana, meski mengatasnamakan orang terdekat
 
“Di periode pencairan THR, satu tautan palsu yang terlihat meyakinkan bisa memicu account takeover atau pencurian data dalam hitungan detik. Siapa pun bisa terjerat. ... Kami percaya kesadaran publik adalah fondasi keamanan dan kepercayaan di ekosistem digital. Edukasi perlu dimulai dari diri sendiri dengan memahami tanda-tanda penipuan, menyadari risikonya, dan berpikir dua hingga tiga kali sebelum mengeklik tautan,” ujar Victor.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ANN)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan