Studi ini melibatkan 300 responden melalui survei online dan wawancara mendalam yang dilakukan sepanjang November 2025 hingga Januari 2026. Hasilnya menunjukkan bahwa keputusan traveling kini semakin erat kaitannya dengan perencanaan finansial dan ekspresi diri.
Karakteristik traveling lintas generasi
Melansir keterangan resminya, Selasa, 31 Maret 2026, dari hasil Jenius Study 2026: Perilaku Traveling Lintas Generasi, secara umum, setiap generasi rata-rata traveling 1-2 kali sepanjang tahun 2025.Frekuensinya mirip, namun cara dan motivasinya tidak selalu sama. Gen X cenderung memilih wisata ramah keluarga dan tempat hits. Mereka mengutamakan efisiensi waktu dan kenyamanan, sehingga membuat mereka perlu menyusun itinerary seefisien mungkin dengan mengunjungi tempat berdekatan.
Sementara itu, Gen Y mencari aktivitas unik dan menarik. Mereka menentukan itinerary sesuai prioritas destinasi yang hendak dikunjungi, tapi di sisi lain fleksibel kalau menemukan tempat menarik di tengah perjalanan.
Lain halnya dengan Gen Z yang banyak dipengaruhi oleh rekomendasi teman dan media sosial. Mereka cukup fleksibel dengan menyesuaikan itinerary dengan kota/negara tujuan, sehingga rencana yang sudah dibuat bisa berubah kalau menemukan spot yang lebih seru.
| Baca juga: Berani Traveling Sendirian? Begini Cara Biar Nggak Kesepian |
Destinasi favorit dari lokal hingga mancanegara
Lima destinasi lokal favorit lintas generasi, yaitu Magelang, Labuan Bajo, Yogyakarta, Bali, dan Lombok. Sementara itu, berikut lima destinasi luar negeri favorit lintas generasi, yaitu Jepang, Tingkok, Tailan, Singapura, dan Eropa.Persiapan budget traveling
Lebih dari 50 persen responden Jenius Study 2026: Perilaku Traveling Lintas Generasi menyiapkan budget untuk traveling tiga bulan sebelum keberangkatan. Hal ini menunjukkan pergeseran pola pikir bahwa traveling bukan impulsif, melainkan bagian dari perencanaan finansial.Gen X melihat budget sebagai sesuatu yang “harus siap”. Gen Y lebih fleksibel: budget disiapkan, destinasi bisa menyesuaikan.
Gen Z cenderung mengamankan dana dulu sebanyak mungkin biar lebih leluasa saat traveling.
Perencanaan traveling
Dalam Jenius Study 2026: Perilaku Traveling Lintas Generasi gaya belanja tiap generasi makin kelihatan ketika sampai di destinasi tujuan.Gen X dominan sebagai Smart Planner. Mereka membandingkan harga, mencari promo, dan menjaga pengeluaran tetap terkendali. Bagi mereka, pengalaman penting, tapi tetap dalam batas rasional.
Gen Y menunjukkan keseimbangan. Selain Smart Planner, banyak yang jadi Comfort Seeker. Artinya, mereka rela membayar lebih untuk kenyamanan: hotel strategis dengan kasur yang nyaman, transportasi yang lebih praktis.
Sementara itu, Gen Z punya komposisi unik. Meski tetap ada Smart Planner, proporsi Experience Spender cukup tinggi. Mereka rela mengalokasikan dana lebih untuk pengalaman unik seperti workshop lokal, konser, kuliner khas, atau aktivitas yang “once in a lifetime”.
Bisa disimpulkan bahwa dalam hasil Jenius Study ini, makin muda generasi, makin besar willingness to pay untuk pengalaman, bukan hanya efisiensi.
Lima fitur Jenius yang paling relevan untuk kebutuhan traveling antara lain adalah Mata Uang Asing, Kartu Debit Jenius, Kartu Kredit Jenius, Yay Points, Flexi Saver & Dream Saver.
Dari sisi perilaku, kebutuhan lintas generasi gak hanya soal transaksi, tapi juga fleksibilitas dan reward. Jenius sebagai aplikasi perbankan revolusioner menjadi enabler penting dalam keputusan traveling.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News