Kepala BPS Suhariyanto mengatakan meski tumbuh signifikan, kontribusi sektor pertanian masih sangat kecil. Pada tahun lalu, ekspor pertanian hanya 2,52 persen dari keseluruhan ekspor nonmigas yang menyumbang 94,91 persen.
"Meski tumbuh tinggi, (ekspor pertanian) tidak terlalu berdampak besar ke total ekspor. Tapi bagaimanapun, yang positif dari ekspor pertanian dan industri adalah menggembirakan," katanya dalam video conference di Jakarta, Jumat, 15 Januari 2021.
Ia menambahkan sektor industri pengolahan tercatat mengalami pertumbuhan 2,95 persen dibandingkan periode sama tahun sebelumnya. Pada 2020, ekspor industri pengolahan tercatat mencapai USD131,13 miliar dengan kontribusi mencapai 80,3 persen.
Untuk sektor migas, ekspornya turun 29,52 persen dari USD11,79 miliar di 2019 menjadi USD8,31 miliar pada 2020. Penurunan juga terjadi di sektor pertambangan yang ekspornya tercatat USD19,7 miliar atau turun 20,7 persen dari USD24,9 miliar di tahun sebelumnya.
"Ekspor pertambangan masih turun 20,70 persen selama 2020, karena ada penurunan permintaan dan harga selama 2020," jelas dia.
Selama Desember 2020, ekspor Indonesia tercatat sebesar USD16,54 miliar naik 8,39 persen dari bulan sebelumnya dan naik 14,63 persen dari Desember 2019. Secara kumulatif sejak Januari-Desember 2020, nilai ekspor adalah USD163,31 miliar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News