Ilustrasi blok migas. Foto: dok. SKK Migas
Ilustrasi blok migas. Foto: dok. SKK Migas

Lampaui Target, Hingga April Industri Hulu Migas Serap TKDN Rp9,62 Triliun

Ekonomi SKK Migas Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) Proyek Hulu Migas
Suci Sedya Utami • 09 Mei 2021 11:06
Jakarta: Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mencatat realisasi penggunaan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) pada kegiatan hulu migas mencapai 58 persen pada April 2021. Capaian tersebut melebihi target TKDN 2021 yang sebesar 57 persen.
 
Salah satu upaya yang dilakukan SKK Migas untuk meningkatkan penggunaan TKDN yakni denyan mempertemukan produsen produk barang dan jasa dalam negeri dengann Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) melalui kegiatan  virtual Presentasi Perusahaan Dalam Negeri. Kegiatan tersebut bertujuan untuk memberikan kesempatan kepada perusahaan dalam negeri untuk menginformasikan kemampuannya kepada KKKS.
 
"Bagi KKKS, kegiatan ini akan meningkatkan pengetahuan mereka terhadap kemampuan perusahaan dalam negeri untuk mendukung kegiatan operasi mereka," kata Kepala Divisi Pengelolaan Rantai Suplai dan Analisis Biaya Erwin Suryadi dalam keterangan resmi, Minggu, 9 Mei 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ia bilang nilai pengadaan barang dan jasa di hulu migas per April 2021 sudah mencapai USD 1,136 juta. Maka dengan capaian TKDN tersebut, perputaran investasi di industri penunjang nasional mencapai USD658,9 juta atau setara dengan Rp9,62 triliun.
 
"Kami akan terus mempertahankan kinerja capaian komitmen TKDN yang baik ini, karena dampak positif terhadap perekonomian nasional sungguh dapat dirasakan. Industri hulu migas akan menjadi bagian dalam mendukung upaya pemulihan ekonomi nasional yang dilakukan pemerintah," ucap Erwin.
 
Lebih lanjut Erwin menjelaskan, SKK Migas terus berupaya melaksanakan program kerja yang berkesinambungan dan berkelanjutan dengan tujuan untuk meningkatkan penggunaan barang dan jasa dalam negeri di kegiatan hulu migas sesuai dengan amanat pemerintah.
 
Misalnya dalam kegiatan tersebut, SKK Migas mengundang pimpinan Supply Chain Management (SCM) KKKS dan empat perusahaan dalam negeri yaitu PT. Fajar Benua Indopack dengan produk Gasket, Expansion Joint Metal, Flexible Hose Metal, PT. Asia Mega Pasifik dengan produk Geomembrane HDPE, PT. Harmand Intimarin Indonesia dengan produk jasa pemboran, rig darat, dan PT. Bumi Cahaya Unggul dengan produk pumping unit.
 
"Dengan adanya acara sosialisasi kemampuan industri dalam negeri ini, akan dapat meningkatkan peran serta industri penunjang hulu migas dalam negeri dalam rangka mendukung visi SKK Migas yakni produksi migas 1 juta BOPD dan 12 BSCFD,” kata Direktur Utama PT Harmand Intimarine Indonesia, Dono Purwoko.
 
Pjs. VP SCM & Asset Management PT Pertamina Hulu Energi Subholding Upstream Irfan Zaenuri menyatakan dukungannya untuk pengembangan industri dalam negeri. Pada 2020, PT Pertamina Hulu Energi Subholding Upstream sudah melibatkan 111 pabrikan dalam negeri dalam transaksi untuk mendukung kegiatan operasionalnya.
 
Pada 2021 dan tahun mendatang, diharapkan pabrikan dalam negeri lebih aktif untuk pengembangan kompetensi teknis maupun peningkatan kualitas dan kapasitas produksi, eehingga dapat lebih berkontribusi dalam operasional Pertamina. Selain itu, subholding upstream juga telah dan akan terus menjadi partner pabrikan dalam negeri dengan memberikan masukan dan saran yang konstruktif dalam peningkatan kapabilitas pabrikan dalam negeri.
 
Pada kesempatan ini, Erwin juga mengingatkan agar perusahaan dalam negeri selalu mempelajari serta mematuhi segala ketentuan yang berlaku dalam proses pengadaan di KKKS sebagaimana ketentuan dalam Pedoman Tata Kerja Nomor 007 Revisi 04 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa dengan memperhatikan aspek akuntabilitas.
 
(DEV)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif