CEO Perigi Logistics Indra Buana menyebutkan beberapa hal yang mendasari optimisme dalam menyongsong tahun yang akan datang. Selain melandainya kasus covid-19 dan upaya pemerintah mengejar target vaksinasi 70 persen penduduk pada akhir 2021, meningkatnya belanja daring (online) dan e-commerce berdampak positif terhadap kinerja bisnis logistik dan jasa pengiriman.
"Peningkatan belanja online sangat berpengaruh positif dan signifikan. Hal ini dikarenakan proses yang lebih mudah dan cepat, sehingga pihak ketiga (pengelola platform belanja online) semakin berkonsentrasi kepada kepuasan pelanggan," kata Indra Buana dikutip dari keterangan tertulisnya, Senin, 15 November 2021.
Tren belanja online yang melonjak signifikan saat pandemi memang menjadi berkah tersendiri bagi bisnis logistik. Menurut Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi, distribusi komoditas mengalami peningkatan hingga 70 persen pada masa pandemi dengan posisi angkutan barang sebanyak 35,8 juta.
Mengutip data Bank Indonesia, transaksi e-commerce pada tahun ini diproyeksikan tembus Rp395 triliun, naik dibanding 2020 yang mencapai Rp266,3 triliun.
Menurut Indra, Perigi Logistics saat ini juga melayani banyak bisnis e-commerce yang mendistribusikan jutaan produk setiap bulannya, yakni pada tahun lalu terjadi peningkatan volume pengiriman barang dari para pelanggan.
"Dari beberapa lini bisnis yang kami jalankan, kontributor terbesar berasal dari bisnis pergudangan dan e-commerce dengan kontribusi yang dihasilkan sekitar 60 persen," paparnya.
Lebih lanjut, Indra memproyeksikan, pada tahun mendatang produk-produk ramah lingkungan dan juga produk makanan beku yang terbuat dari bahan organik, akan mengalami peningkatan. Kabar baiknya, bisnis yang dijalankan Perigi Logistics berkaitan dengan semua hal tersebut dan juga kemitraan yang telah dijalin oleh Perigi Logistics selama ini.
"2022 Perigi ingin menjadi perusahaan yang dapat membantu dan mengakomodir semua lini industri melalui pelayanan dan harga yang bersaing," ungkapnya.
Indra pun lantas membeberkan beberapa kerja sama atau kemitraan yang telah dilakukan. Terbaru adalah dengan PT Central Proteina Prima Tbk (CP Prima) yang melepas ekspor perdana pakan hewan peliharaan ke Brunei Darussalam dengan volume 10 ton dan bernilai USD10 ribu.
"Untuk ekspor CP Prima ini, kami sebagai mitra persuahaan logistik membantu pengiriman produk pakan mengunakan trucking container yang kemudian bekerja sama dengan pihak pelayaran untuk mendapatkan harga yang sesuai dengan negara yang dituju," paparnya.
Indra menambahkan Perigi Logistics juga menjalin kemitraan dengan PT Kaldu Sari Nabati (Nabati Snack) dalam hal transportasi dari pusat distribusi utama ke beberapa daerah di Jawa Barat dan Sumatra. Selain itu juga kemitraan dengan PT KLIN Indonesia sebagai salah satu perusahaan pionir untuk pengolahan limbah B3 di Jembrana, Bali.
Sementara itu, menyikapi persaingan di industri logistik yang kian ketat, Perigi Logistics menjalankan sejumlah langkah strategis. Antara lain dengan mengutamakan aspek pelayanan untuk kepuasan pelanggan dan mengedepankan komunikasi dua arah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News