"Jadi kami sudah mendapatkan komplain sebulan terakhir, flight Garuda semakin langka karena memang banyak pesawatnya sudah di grounded," ujarnya dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi VI DPR RI, Selasa, 9 November 2021.
Tiko menuturkan dengan kondisi keuangan Garuda saat ini yang terlilit utang USD9,8 triliun atau Rp139,1 triliun (asumsi kurs Rp14.200), perseroan harus selektif memilih rute-rute yang memberikan profit sesuai cost structure Garuda.
"Dan karena tipe 737 (B737-800) ini yang justru malah banyak diambil lessor, makanya kita sekarang banyak pakai pesawat yang white body seperti 777 (B777-300), 330 (A330) yang bisa membawa banyak orang walaupun tidak efisien seperti 737," jelas Tiko.
Selanjutnya, Tiko juga memastikan Garuda akan menghapus rute long haul internasional seperti Amsterdam, London, dan Korea, serta mengoptimalkan layanan kargo.
"Menutup rute-rute yang rugi ini yang paling penting karena ada rute-rute rugi yang tidak ditutup-tutup," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News