Wakil Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin. Foto ; MI/Adam Dwi.
Wakil Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin. Foto ; MI/Adam Dwi.

Kolaborasi Bantu Maksimalkan Peluang RI Jadi Pusat Produsen Halal Dunia

Ekonomi Wapres Industri Halal maruf amin Industri Nasional
Eko Nordiansyah • 15 April 2022 10:11
Jakarta: Sektor ekonomi dan keuangan syariah dinilai telah teruji mampu menyangga ekonomi Indonesia selama pandemi. Namun dibutuhkan kolaborasi bersama agar potensi pasar produk halal Indonesia dapat didorong untuk masuk dalam rantai nilai (supply chain) nasional maupun global.
 
Wakil Presiden Ma'ruf Amin mengatakan partisipasi dan kontribusi pemerintah daerah untuk memaksimalkan potensi unggulan halal bisa ditingkatkan. Pemerintah daerah memiliki peranan penting dalam mendorong potensi ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia, termasuk industri produk halal.
 
"Untuk itu saya berharap peran kepala daerah terus mengawal pengembangan UMKM baik di kawasan industri halal maupun di luar kawasan," ujar dia dalam webinar 'Peluang dan Tantangan Ekonomi Syariah Untuk Mewujudkan Indonesia Sebagai Pusat Produsen Halal Terkemuka Dunia', Jumat, 15 April 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) itu juga mendorong Indonesia untuk tampil menjadi pusat produsen produk halal dunia pada 2024 mendatang. Hanya saja perlu strategi agar ekonomi syariah menjadi salah satu penunjang pertumbuhan ekonomi nasional melalui kolaborasi para pemangku kepentingan dan regulator.
 
Sebagai apresiasi kepada pemerintah provinsi yang berhasil mengembangkan potensi ekonomi syariah, KNEKS memberikan Anugerah Adinata Syariah 2022. Ada tujuh kategori yang dilakukan penilaian, yakni keuangan syariah, industri halal, keuangan sosial syariah, keuangan mikro syariah, pendidikan ekonomi syariah, pemberdayaan ekonomi pesantren, serta sektor ekonomi hijau dan berkelanjutan.
 
Hasilnya sembilan provinsi dinobatkan sebagai pemenang di tujuh kategori tersebut, yaitu Pemprov Nanggroe Aceh Darussalam, Pemprov Jawa Barat, Pemprov Riau, Pemprov Jawa Tengah, Pemprov DKI Jakarta, Pemprov Jawa Timur, Pemprov Sumatera Barat, Pemprov Sumatera Selatan, dan Pemprov DI Yogyakarta.
 
Selain itu, KNEKS berencana segera meluncurkan Masterplan Industri Halal pada 2022 untuk mengoptimalkan potensi industri produk halal di dalam negeri. Masterplan ini merupakan langkah strategis dalam mempercepat pembangunan industri produk halal di Indonesia seiring dengan meningkatnya potensi konsumsi produk halal dunia.
 
Direktur Industri Produk Halal KNEKS Afdhal Aliasar mengatakan, saat ini industri halal sudah menjadi komitmen pemerintah dan memiliki potensi untuk menggerakkan perekonomian. Berdasarkan laporan Indonesia Halal Markets Reports, Indonesia berpotensi meningkatkan PDB nasional sebesar USD5,1 miliar per tahun melalui dukungan terhadap pengembangan produk halal.
 
"KNEKS saat ini tengah membuat Masterplan Industri Halal Indonesia. Kita bekerja sama dengan BI dan OJK, Kemenperin, Bappenas, dan stakeholder lain untuk melihat mau dibawa kemana industri halal kita," ungkap dia.
 
Afdhal menyebut saat ini kue industri halal global nilainya sangat besar, mencapai USD2 triliun per tahunnya. Ia menilai Indonesia sebagai salah satu pemain industri syariah harus mampu mengambil market share pasar yang ada baik dari korporasi maupun UMKM. Untuk itu, KNEKS tengah mengkaji Masterplan Industri Halal untuk merancang sinergi yang jelas antar institusi.
 
Masterplan industri produk halal ini diharapkan akan menjadi dasar atau panduan bagi pemerintah daerah dan Kementerian/Lembaga dalam merancang program kerja di Industri Halal. Dengan Masterplan juga bisa menjadi masukan bagi Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN).
 
Sementara itu, BSI mengaku terus mendukung potensi industri halal demi majunya perekonomian syariah di Indonesia. Direktur Sales and Distribution BSI Anton Sukarna menilai, saat ini masih terdapat sumber-sumber perekonomian syariah yang belum dimanfaatkan dan dimaksimalkan. Untuk itu, BSI tengah mengincar ekosistem islam untuk mendorong kinerja perbankan.
 
"BSI sekarang mulai masuk ke islamic ecosystem yang menurut kita potensinya cukup besar. Mengapa? Pertama ada bisnis disitu, kedua ada kumpulan orang disitu. Kita bisa mengembangkan transaksinya," jelas Anton.
 
Saat ini, ada beberapa potensi ekosistem islam dalam jumlah besar yang bisa disasar untuk meningkatkan pembiayaan. Misalnya, ada 267 ribu masjid, 164 Bank Perkreditan Rakyat Syariah (BPRS), 47 ribu sekolah islam, 27 ribu pondok pesantren. Kemudian, para 250 ribu jemaah haji serta, 1,5 juta jemaah umrah.
 
(SAW)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif