Ilustrasi. FOTO: Pupuk Indonesia
Ilustrasi. FOTO: Pupuk Indonesia

Tenang! Stok Bahan Baku Pupuk Dipastikan Terjaga di Tengah Perang Rusia-Ukraina

Husen Miftahudin • 27 Maret 2022 16:03
Jakarta: PT Pupuk Indonesia (Persero) memastikan ketersediaan bahan baku untuk produksi pupuk subsidi maupun nonsubsidi masih tercukupi. Bahan baku fosfat dan kalium untuk kebutuhan produksi NPK masih tersedia dan aman untuk memenuhi kebutuhan sampai setidaknya semester I-2022.
 
"Kami sudah mengantisipasi kebutuhan bahan baku ini dengan melakukan pengadaan jangka panjang sehingga cukup untuk memproduksi kebutuhan produksi NPK," kata SVP Komunikasi Korporat Pupuk Indonesia Wijaya Laksana, dalam keterangan tertulisnya, Minggu, 27 Maret 2022.
 
Wijaya mengakui bahan baku pupuk seperti kalium sempat terkendala di tengah meningkatnya ketegangan eskalasi geopolitik antara Rusia dan Ukraina. Adapun Rusia terkenal sebagai pemasok utama kalium yang memang tidak tersedia dan tidak dapat diproduksi di dalam negeri karena merupakan barang tambang.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Namun, Pupuk Indonesia telah mengantisipasinya dengan memanfaatkan sumber-sumber bahan baku dari negara lain di luar Rusia, seperti Maroko, Mesir, dan Yordania untuk bahan baku fosfat, serta Kanada, Yordania, Jerman, dan Laos untuk kalium.
 
"Pupuk Indonesia sudah mengantisipasi dengan menyiapkan stok pupuk jangka panjang," tegas Wijaya.
 
Hingga 25 Maret 2022, stok pupuk subsidi dan nonsubsidi dari lini I sampai IV berjumlah 1,71 juta ton. Untuk stok pupuk bersubsidi berjumlah 824.410 ton dengan rincian Urea 377.467 ton, NPK 204.416 ton, SP-36 46.905 ton, ZA 130.422 ton, dan Organik 65.200 ton.
 
Sementara pupuk nonsubsidi stoknya berjumlah 886.256 ton dengan rincian Urea 765.165 ton, NPK 68.312 ton, SP-36 29.378 ton, ZA 23.229 ton, dan Organik 172 ton.
 
Di sisi lain, Wijaya mengungkapkan bahwa Pupuk Indonesia telah menerapkan kebijakan harga khusus untuk pupuk jenis urea non subsidi untuk pasar retail sampai di level distributor. Harga khusus ini berlaku di bawah harga pasar internasional yang saat ini berlaku.
 
Pupuk Indonesia juga sudah memiliki beberapa upaya dalam menjaga harga pupuk non subsidi. Salah satu upaya yang akan dilakukan demi menjaga ketersediaan pupuk non subsidi melalui rencana penyiapan 1.000 kios komersil.
 
"Ini kami wujudkan dengan memberikan harga pupuk non subsidi domestik lebih murah dari harga di pasar internasional. Sementara harga pupuk subsidi tetap mengikuti ketentuan HET (Harga Eceran Tertinggi) yang diatur pemerintah," pungkas Wijaya.
 
(ABD)


LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif