Ilustrasi, penerbangan perintis untuk wilayah Indonesia timur. Foto: MI/Marcel Kellen.
Ilustrasi, penerbangan perintis untuk wilayah Indonesia timur. Foto: MI/Marcel Kellen.

Kemenhub: Jembatan Udara Pangkas Disparitas Harga Bahan Pokok

Antara • 28 Juni 2022 18:00
Jakarta: Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Udara menyatakan Program Jembatan Udara (Jembara) dinilai berhasil menurunkan perbedaan (disparitas) harga sejumlah bahan pokok di wilayah Indonesia Timur.
 
"Adapun salah satu manfaat subsidi perintis saat ini adalah penurunan disparitas harga, khususnya yang dilayani Program Jembatan Udara," kata Plt Direktur Jenderal Perhubungan Udara Nur Isnin Istiartono dalam Rapat Dengar Pendapat Umum bersama Komisi V DPR di Jakarta, Selasa, 28 Juni 2022.
 
Nur Isnin menyampaikan, selama 2021 tercatat penurunan disparitas harga daging ayam ras sebesar 21 persen di Kabupaten Pegunungan Bintang Papua, dengan harga daging ayam dari yang dilayani melalui Jembara sebesar Rp55 ribu per kilogram, sementara harga dari Non Jembara mencapai Rp70 ribu per kilogram.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kemudian, lanjut dia, harga tepung terigu yang dilayani oleh Jembara sebesar Rp20 ribu per kilogram, sementara Non Jembara mencapai Rp25 ribu per kilogram. Selanjutnya, harga daging ayam ras di Kabupaten Boven Digoel yang dilayani Jembara sebesar Rp70 ribu per kilogram, sementara yang Non Jembara mencapai Rp120 ribu per kilogram.
 
Adapun minyak goreng yang dilayani Jembara sebesar Rp25 ribu per kilogram, sementara yang Non Jembara mencapai Rp40 ribu per kilogram.
 
Baca Juga: Wamendag Minta Pemda Bantu Pastikan Kestabilan Harga Pangan

Namun demikian, ia mengungkapkan sejumlah tantangan dalam memberikan pelayanan penerbangan perintis di Indonesia, salah satunya adalah terkait aspek keamanan.
 
Tantangan lainnya adalah kondisi cuaca yang berubah di sejumlah wilayah penerbangan perintis, tarif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) yang naik dari 10 persen menjadi 11 persen, serta kenaikan harga bahan bakar pesawat. "Ini masih menjadi pemikiran kami untuk mengatasinya," katanya.
 
Ia menegaskan, Ditjen Perhubungan Udara terus berkomitmen mengurangi disparitas harga di wilayah Indonesia Timur melalui Jembara. Sejumlah upaya yang dilakukan untuk mendukung hal tersebut antara lain peningkatan keselamatan penerbangan melalui metode pengendalian dan pengawasan, hingga menerapkan kebijakan pengaturan tarif angkutan udara.
 
"Subsidi juga terus diberikan untuk melayani wilayah tertinggal, terpencil, terluar dan perbatasan yang salah satunya untuk menurunkan disparitas harga. Alokasi pagu anggarannya sebesar Rp525 miliar pada 2022," pungkasnya.
 
(HUS)


LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif