Mobil tangki Pertamina dengan Diesel Dual Fuel kombinasi dari bahan bakar solar dan CNG. Foto: Dokumen Pertamina
Mobil tangki Pertamina dengan Diesel Dual Fuel kombinasi dari bahan bakar solar dan CNG. Foto: Dokumen Pertamina

Pertamina Bakal Sulap Mobil Tangki Gunakan DBF

Annisa ayu artanti • 28 Desember 2022 13:56
Jakarta: PT Pertamina (Persero) mendukung arahan Pemerintah untuk pemanfaatan Bahan Bakar Gas untuk moda transportasi melalui implementasi DDF (Diesel Dual Fuel) kombinasi dari bahan bakar solar dan CNG (Compresses Natural Gas).
 
Implementasi penggunaan CNG merupakan sinergi dalam kerangka transisi energi yang dijalankan PT Pertamina Patra Niaga selaku pengelola Mobil Tangki Logistik dan PT Pertamina Gas Negara (PGN) Tbk selaku penyedia CNG.
 
PGN melakukan inovasi dalam menyediakan mobile SPBG serta LNG/CNG Trucking untuk mengakselerasi bauran energi dari gas untuk transportasi maupun industri.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Penggunaan CNG untuk moda transportasi merupakan komitmen Pertamina untuk menurunkan emisi karbon. Emisi karbon gas alam lebih rendah 40 persen dibanding bahan bakar minyak.
 
Baca juga: Hati-hati Penipuan, Pengumuman Tes Seleksi Rekrutmen Pertamina Hoaks 

Di sisi lain, Indonesia memiliki potensi cadangan gas yang besar, sehingga untuk mewujudkan kemandirian dan kedaulatan energi nasional sangat penting mengakselerasi peningkatan bauran energi dari gas produksi dalam negeri.
 
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Tutuka Ariadji mengapresiasi sekaligus mendorong langkah Pertamina dalam mengimplementasikan DDF pada mobil tangki.
 
Menurutnya, hal ini juga sejalan dengan program Pertamina terkait Net Zero Emission 2060. Ia pun berharap, di 2024 nanti DDF sudah dapat diimplementasikan di 89 mobil tangki Pertamina.
 
"Kami menyadari Pertamina telah berkontribusi besar dalam bidang ini, pemanfaatan gas bersama PGN dan Pertamina Patra Niaga dalam hal menyediakan dan mendistribusikan BBG. Kedepannya kami terus mendorong kontribusi yang lebih terutama dengan adanya DDF pada mobil tangki Pertamina ini,” ungkap Tutuka dalam keterangan tertulis, Rabu, 28 Desember 2022.
 
Lebih lanjut, Tutuka juga menyatakan apresiasi bagi Pertamina yang telah mendistribusikan ke seluruh pelosok negeri, sekaligus menjaga ketahanan energi.
 
"Indonesia adalah negara yang sangat tidak mudah mendistribusikan energinya. Jadi saya mengapresiasi sebesar-besarnya bagi Pertamina yang sampai saat ini bisa melakukan itu, dan sampai hari ini kita tidak kekurangan pasokan (energi)," ujarnya.
 
Direktur Logistik dan Infrastruktur PT Pertamina (Persero), Erry Widiastono mengatakan implementasi DDF merupakan komitmen Pertamina dalam rangka mengurangi emisi karbon dan implementasi ESG (Environmental, Social, and Governance) di perusahaan.
 
"Diharapkan dengan implementasi DDF maka biaya operasional akan semakin efisien, juga pemakaian volume CNG akan meningkat sesuai dengan target Kepmen ESDM 47/2021, serta  tercipta ekosistem pemanfaatan BBG sebagai energi transisi,” ujar Erry.
 
Sementara itu, Direktur Strategi dan Pengembangan Bisnis PGN Heru Setiawan menyatakan bahwa PGN sebagai Subholding Gas Pertamina mendukung penuh program konversi BBG Pertamina.
 
Di sisi lain, PGN telah menargetkan perluasan pemanfaatan BBG untuk transportasi darat dalam lima tahun kedepan. Konversi ke BBG pada truk logistik BBM, diharapkan bisa semakin meningkatkan optimalisasi SPBG.
 
“Dengan penggunaan DDF akan memberikan  penghematan biaya bahan bakar pada truk dual fuel sampai dengan 30 persen. Secara teknis, DDF telah memenuhi standar keamanan diantaranya dari Kementerian ESDM Kementerian Tenaga Kerja, Kementerian Perhubungan, Kementerian Perindustrian,” jelas Heru.
 
PGN menargetkan untuk mengonversi 1.000 unit truk/bus dalam lima tahun ke depan. Secara bertahap, konversi ke BBG juga akan dilakukan pada kendaraan kecil sekitar 18.000 unit.
 
PGN menyiapkan 57 titik lokasi SPBG, termasuk Mobile Refueling Unit (MRU) untuk menyediakan serta mendistribusikan BBG, berupa CNG untuk transportasi darat. BBG dan infrastruktur pendukungnya untuk kendaraan darat akan disupply Anak Perusahaan PGN yaitu PT Gagas Energi Indonesia.
 
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news Medcom.id.
 
 
(ANN)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif