Jamur Enaki. Foto : Pribadi.
Jamur Enaki. Foto : Pribadi.

UMKM Jamur Enoki Crispy Terdampak Isu Bakteri

Ekonomi Jamur Enoki
Ilham wibowo • 29 Juni 2020 16:02
Jakarta: Temuan produk jamur enoki asal Korea Selatan yang terkontaminasi bakteri listeria monocytogenes langsung berdampak pada bisnis camilan berbahan dasar jamur tersebut. Penjualan mesti berhenti meski belum diketahui pasti telah memunculkan masalah kesehatan di Indonesia.
 
Pemilik usaha OSY Snack Sella Panduarsa Gareta menuturkan dirinya kebanjiran pertanyaan usai Badan Ketahanan Pangan (BKP) yang merilis temuan bakteri pada jamur enoki asal Korsel. Bisnis kudapan yang baru dirintis awal 2020 dan sedang bertumbuh ini kemudian dihentikan baik promosi, produksi dan penjualan.
 
"Kami sampaikan di hari itu juga kami memutuskan berhenti. Penurunan pembeli lumayan banyak lah pasti, karena promosi juga ditekan," kata Sella kepada Medcom.id, Senin, 29 Juni 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sella sendiri telah mengonfirmasi langsung kepada pihak Kementerian Pertanian terkait kelanjutan bisnisnya yang mengandalkan bahan baku jamur enoki. Saat ini, kata dia, produk jamur enoki crispy sudah banyak peminatnya terutama layanan pesan antar selama masa pandemi covid-19.
 
"Waktu ada berita itu, temen-temen langsung pada hubungi saya benar apa tidak ini ada bakterinya. Sementara kami juga belum tahu perkembangannya seperti apa. Kami langsung konfirmasi ke Kementan bahwa kami ini UMKM yang memproduksi jamur enoki," ujarnya.
 
Kemudian Sella mendapat penjelasan bahwa usahanya bisa tetap dilanjutkan lantaran bakteri listeria tidak akan menganggu dan akan mati saat dimasak pada suhu 75 derajat celsius. Informasi tersebut juga disampaikan kepada para langganan Sella di media sosial bahwa tidak semua jamur enoki mengandung bakteri dan hanya produk dari Green Co Ltd. yang dimusnahkan.
 
"Kami sayangkan produsen jamur yang lain memilih ditarik karena sudah langsung ketakutan dan kami juga begitu. Makanya kami umumkan stop produksi di instagram," tuturnya.
 
Sella menambahkan bahwa jamur enoki kini sudah mendapatkan predikat negatif setelah isu bakteri. Selanjutnya, menu produk jamur enoki OSY Snack pun semantara waktu akan digantikan dengan menu lain.
 
"Kami mungkin coba cari kreasi camilan yang lain. Bisnis bukan berhenti total tapi kami hanya tunggu suasana kondusif. Kami mesti memutar otak lagi untuk bisnis apa yang bisa dikembangkan," ucap Sella.
 

(SAW)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif