Hingga akhir April, luas panen di Lampung Selatan mencapai 40 ribu. (Foto: Dok. Kementan)
Hingga akhir April, luas panen di Lampung Selatan mencapai 40 ribu. (Foto: Dok. Kementan)

Dinas TPHP Lampung Selatan Dorong Petani Lakukan Percepatan Tanam

Ekonomi berita kementan
Gervin Nathaniel Purba • 22 Mei 2020 17:24
Lampung Selatan: Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) Lampung Selatan merespon cepat arahan dari Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo. Mentan ingin gerakan percepatan tanam padi serentak segera dilakukan untuk mengantisipasi kekeringan pada musim kemarau.
 
Salah satu upaya yang telah dilakukan Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Lampung Selatan langsung ialah mendorong petani di wilayah kecamatan yang telah menyelesaikan masa panen agar bisa segera melakukan percepatan tanam. Terlebih, awal Mei ini curah hujan di sejumlah wilayah kecamatan masih cukup tinggi.
 
Kepala Bidang (Kabid) Tanaman Pangan Dinas TPHP Lampung Selatan Mugiono mengatakan, ada beberapa daerah yang telah menyelesaikan panen untuk musim tanam akhir 2019 dan awal 2020, seperti Natar, Jatiagung, Tanjung Bintang, Tanjungsari, Way Panji, dan Sidomulyo. Semuanya sudah selesai panen.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Petani bisa melakukan percepatan tanam dengan didampingi penyuluh pertanian. Saya juga berharap pada tahun ini kondisi iklim akan lebih bersahabat, di mana untuk musim kemarau merupakan kemarau basah (masih akan ada hujan turun), sehingga petani tidak mengalami kesulitan air”, ujar Mugi, dikutip keterangan tertulis, Jumat, 22 Mei 2020.
 
Untuk sektor pertanian, terutama tanaman padi tidak terlalu terdampak dari pandemi virus corona (covid-19). Harga gabah di tingkat petani pun relatif masih cukup baik pada kisaran Rp420 ribu hingga Rp450 ribu per kwintal.
 
“Di Kabupaten Lampung Selatan hingga akhir April, luasan panen telah mencapai 40 ribu hektare (ha) lebih dengan rata-rata produksi mencapai tujun ton per ha. Kalau untuk kebutuhan pangan di kabupaten, produksi kita mengalami surplus. Kita termasuk salah satu daerah lumbung pangan di provinsi,” ujarnya.
 
Gerakan percepatan tanam ini sangat penting untuk menjamin adanya stok pangan pada situasi sulit ini. Selain menghadapi ancaman kekeringan, saat ini masyarakat juga menghadapi virus korona (covid-19).
 
"Hal ini membuktikan pertanian tidak pernah berhenti ditengan wabah covid-19. Kepada para penyuluh pertanian maupun swadaya diharapkan untuk tetap bekerja mendampingi para petani,” kata Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDM) Kementerian Pertanian (Kementan) Dedi Nursyamsi.

 

(ROS)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif