Melalui roadshow edukasi di Solo dan Yogyakarta, Upbit Indonesia berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk memperluas literasi kripto di tengah pertumbuhan pesat jumlah investor di Indonesia.
Dorong literasi kripto lewat kolaborasi
Bulan Literasi Kripto merupakan inisiatif tahunan yang digagas oleh Asosiasi Blockchain Indonesia (ABI) bersama regulator. Program ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap ekosistem aset digital secara lebih menyeluruh.Gen Z dan literasi kripto
Salah satu kegiatan berlangsung di Universitas Sebelas Maret (UNS) mengangkat tema “Gen Z & Kripto: Melek Finansial atau Cuma Ikut Tren?”.Diskusi tersebut menyoroti meningkatnya partisipasi generasi muda dalam investasi kripto yang didorong oleh kemudahan akses informasi dan pengaruh media sosial.
Namun, di balik tingginya adopsi tersebut, masih terdapat tantangan dalam hal pemahaman risiko dan pengambilan keputusan investasi yang rasional.
| Baca juga: Bitcoin Menguat ke USD74.000, Sentimen Iran dan Data AS Jadi Penggerak |
Upbit Indonesia melihat bahwa fenomena ini menjadi salah satu fokus utama dalam mendorong literasi. Tidak hanya menyediakan akses terhadap aset kripto, Upbit juga berupaya menghadirkan edukasi yang berkelanjutan melalui kolaborasi dengan regulator, komunitas, serta pelaku industri.
CEO Upbit Indonesia sekaligus Wakil Sekretaris Jenderal Asosiasi Blockchain Indonesia (ABI) Resna Raniadi menyampaikan, generasi muda saat ini memiliki akses informasi yang sangat luas, namun tantangannya adalah bagaimana informasi tersebut dapat diolah menjadi pemahaman yang utuh.
"Di Upbit, kami melihat literasi sebagai fondasi utama agar pengguna tidak hanya berpartisipasi, tetapi juga memahami risiko dan potensi aset kripto secara lebih komprehensif," katanya dikutip dari keterangan tertulis, Jumat, 24 April 2026.
Menakar arah pasar kripto 2026 di tengah ketidakpastian
Kemudian di Yogyakarta melalui diskusi bertajuk “Takar Kripto 2026: Supercycle atau malah Bearish?” yang digelar di Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW).Forum ini membahas berbagai kemungkinan arah pasar kripto di tahun 2026, mulai dari potensi pertumbuhan yang didorong oleh adopsi institusional hingga risiko volatilitas yang masih menjadi tantangan utama.
Sejumlah pandangan menunjukkan bahwa pasar kripto mulai bergerak menuju fase yang lebih matang dengan fokus pada fundamental, namun tetap dipengaruhi oleh kondisi makroekonomi global dan dinamika pasar.
Melalui diskusi ini, Upbit Indonesia menekankan pentingnya pendekatan yang lebih bijak dalam melihat aset kripto, tidak hanya sebagai peluang jangka pendek, tetapi sebagai bagian dari ekosistem keuangan digital masa depan yang masih dalam tahap berkembang.
Edukasi menjadi kunci agar masyarakat dapat memahami berbagai skenario pasar dan mengambil keputusan investasi secara lebih rasional.
“Literasi kripto tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja. Dibutuhkan kolaborasi semua stakeholders, antara regulator, pelaku industri, dan komunitas untuk memastikan masyarakat tidak hanya tertarik, tetapi juga memahami dengan baik bagaimana ekosistem ini bekerja,” ujar Resna.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News