Pertumbuhan ini didorong oleh kenaikan total aset sebesar 6,04 persen menjadi Rp11,46 triliun, serta Total Aset Kelolaan yang juga tumbuh 3,93 persen menjadi Rp13,66
triliun.
Laba bersih CNAF di tahun 2025 tercatat sebesar Rp322,75 miliar dimana CNAF tetap menunjukkan performa yang resilien.
Strategi perseroan dalam menjaga kualitas aset membuahkan hasil yang luar biasa dengan diraihnya kenaikan peringkat dari Fitch Indonesia menjadi AAA.
Peringkat tertinggi ini mencerminkan kemampuan agility dan manajemen risiko CNAF yang berada di level terbaik.
| Baca juga: Kode Bank CIMB Niaga dan Cara Transfernya yang Mudah |
Kinerja keuangan ini disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) untuk tahun buku 2025 pada 6 April 2026 di Tangerang Selatan.
Presiden Direktur CIMB Niaga Finance, Ristiawan menyampaikan bahwa tahun 2025 merupakan
periode yang penuh tantangan bagi perseroan. Tahun 2025 adalah tahun yang penuh tantangan, CNAF berupaya untuk tetap mencatatkan kinerja yang positif meski market terkontraksi.
Salah satu pencapaian utama CNAF di tahun 2025 adalah keberhasilan dalam menjaga keseimbangan antara pertumbuhan dan kualitas.
Dinamika dan perlambatan pertumbuhan industri pembiayaan di tahun 2025 dirasakan oleh seluruh industri pembiayaan tidak hanya CNAF saja. Namun, CNAF berhasil menjaga kinerja yang adaptif, resilien, dan kompetitif.
"CNAF berhasil membukukan total penyaluran pembiayaan baru tahun 2025 sebesar Rp9,25 triliun. Pencapaian ini sekaligus memperkuat posisi CNAF di industri. Hal ini dibuktikan dengan meningkatnya pangsa pasar pembiayaan kendaraan bermotor menjadi 6,11 persen yang juga tercermin dari aset kelolaan perseroan yang tumbuh 3,93 persen,” ujar Ristiawan dalam dikutip dari siaran pers, Selasa, 7 April 2026.
Bagikan dividen dan perkuat tata kelola
Pada RUPST, para pemegang saham juga menyetujui pembagian dividen tunai sebesar Rp129 miliar atau 40 persen dari laba bersih CIMB Niaga Finance tahun buku 2025.RUPST juga menyetujui penunjukan kembali Rintis, Jumadi, Rianto & Rekan untuk mengaudit buku Perseroan untuk tahun buku 2026 dengan pertimbangan bahwa Kantor Akuntan Publik ini memiliki pengalaman dan track record yang baik serta juga merupakan Kantor Akuntan Publik yang digunakan oleh Induk Perusahaan.
Sejalan dengan komitmen pada tata kelola yang baik, pemegang saham juga menyetujui pengangkatan kembali Rini Fatma Kartika sebagai Anggota Dewan Pengawas Syariah untuk masa jabatan tiga tahun kedepan untuk periode 2026-2029.
“Kami optimis prospek usaha Perseroan pada 2026 akan semakin membaik walau terdapat tantangan makro ekonomi dan tantangan industri otomotif di tengah kondisi geopolitik global,” tuturnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News