| Baca juga: Konsumen RI Masih Pede, Tapi Mulai Ngerem Pengeluaran karena Melemahnya Rupiah |
Analis Mirae Asset Sekuritas Indonesia Novani Karina Saputri mengatakan level tersebut merupakan yang terendah sejak September 2025. Meski demikian, angka IKK masih berada di atas level 100 yang menandakan konsumen tetap optimistis terhadap kondisi ekonomi.
Penurunan indeks terutama dipicu oleh melemahnya penilaian masyarakat terhadap kondisi ekonomi saat ini. Sementara itu, ekspektasi terhadap prospek ekonomi ke depan relatif stabil sehingga optimisme konsumen masih terjaga.
"Penurunan keyakinan konsumen terutama berasal dari melemahnya persepsi terhadap kondisi ekonomi saat ini, sementara ekspektasi ke depan masih cukup baik," ujar Novani dalam risetnya.
Menurut dia, masyarakat mulai bersikap lebih hati-hati dalam mengelola pengeluaran di tengah kenaikan harga sejumlah kebutuhan pokok dan pelemahan nilai tukar rupiah.
Kelompok masyarakat dengan tingkat pengeluaran Rp4,1 juta hingga Rp5 juta per bulan menjadi segmen yang mengalami penurunan optimisme paling besar. Kelompok ini dinilai lebih rentan terhadap kenaikan biaya hidup, peningkatan kewajiban utang, serta ketidakpastian pendapatan.
Dari sisi keuangan rumah tangga, tekanan juga mulai terlihat. Porsi pendapatan yang digunakan untuk membayar cicilan dan utang meningkat dari 9,7 persen menjadi 10,2 persen. Di saat yang sama, proporsi pendapatan yang dialokasikan untuk tabungan turun dari 18,2 persen menjadi 17,5 persen.
Kondisi tersebut menunjukkan ruang keuangan masyarakat semakin terbatas sehingga berpotensi menahan laju konsumsi dalam jangka pendek.
Novani menilai arah konsumsi rumah tangga ke depan akan sangat bergantung pada perkembangan daya beli masyarakat. Pemulihan konsumsi yang lebih kuat membutuhkan pertumbuhan pendapatan riil yang berkelanjutan serta kondisi pasar tenaga kerja yang tetap solid.
Di sisi lain, ketidakpastian ekonomi global dan tekanan terhadap nilai tukar rupiah masih menjadi faktor risiko yang perlu dicermati. Jika kondisi tersebut berlanjut, daya beli masyarakat berpotensi tergerus dan memengaruhi aktivitas belanja serta sentimen konsumen dalam beberapa bulan mendatang.
Meski menghadapi berbagai tantangan, konsumsi rumah tangga masih menjadi salah satu penopang utama pertumbuhan ekonomi nasional. Karena itu, stabilitas harga, peningkatan pendapatan masyarakat, dan penciptaan lapangan kerja akan menjadi faktor penting untuk menjaga optimisme konsumen tetap berada di jalur positif.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda