Ilustrasi. FOTO: MI/USMAN ISKANDAR
Ilustrasi. FOTO: MI/USMAN ISKANDAR

Nah Kan! Kenaikan Harga BBM Buat Sulsel Inflasi di September 2022

Antara • 05 Oktober 2022 13:31
Makassar: Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) Causa Iman Karana mengatakan dampak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) turut memengaruhi inflasi di provinsi itu sebesar 1,12 persen pada September 2022. Diharapkan gerak inflasi terkendali guna mendukung perekonomian di daerah setempat.
 
"Inflasi bulanan Sulsel September 2022 sebesar 1,12 persen (mtm) atau lebih rendah dibandingkan dengan nasional yang tercatat mengalami inflasi sebesar 1,17 persen (mtm)," kata Iman, di Makassar, dilansir dari Antara, Rabu, 5 Oktober 2022.
 
Dia mengatakan inflasi bulanan di Sulsel pada September 2022 terutama disumbang oleh Kelompok Transportasi dan Kelompok Pendidikan dengan andil inflasi masing-masing sebesar 1,15 persen dan 0,06 persen (mtm).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Inflasi Kelompok Transportasi sebesar 9,85 persen (mtm) dipengaruhi oleh kebijakan pengalihan subsidi BBM yang berdampak pada kenaikan tarif angkutan dalam kota serta kendaraan roda dua dan roda empat daring. Sedangkan inflasi pada Kelompok Pendidikan sebesar 1,62 persen disebabkan oleh meningkatnya biaya perguruan tinggi.
Baca: Pemerintah Siapkan Perpres untuk Regulasi Badan Cadangan Logistik Strategis

Sementara secara spasial, lanjut dia, dari lima kota Indeks Harga Konsumen (IHK) yakni Kota Makassar, Parepare, Palopo, Kabupaten Bulukumba, dan Watampone, tercatat Kota Palopo yang mengalami inflasi bulanan tertinggi sebesar 1,74 persen (mtm). Sedangkan inflasi bulanan terendah dialami oleh Kota Watampone sebesar 0,92 persen (mtm).
 
Secara tahun kalender, inflasi Sulsel tercatat sebesar 4,95 persen (ytd), meningkat dibandingkan dengan bulan sebelumnya yang tercatat sebesar 3,79 persen (ytd). Sementara itu inflasi tahunan Sulsel tercatat 6,35 persen (yoy). Inflasi lebih dalam tertahan oleh deflasi pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau dengan andil sebesar 0,19 persen (mtm).
 
Penurunan harga beberapa komoditas pangan juga turut memengaruhi deflasi pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 0,63 persen (mtm) dipengaruhi oleh penurunan harga beberapa komoditas pangan, di antaranya bawang merah, tomat, minyak goreng, ikan layang, dan cabai rawit.

 
(ABD)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif