Sebab dari 180 juta penduduk muslim yang ada di Indonesia, baru 30,27 juta yang menjadi nasabah bank syariah. Kondisi ini menandakan bahwa potensi pasar bank syariah yang besar tersebut belum tergarap secara maksimal.
"Kondisi saat ini yang baru menjadi nasabah syariah hanya sekitar 30,27 juta penduduk Indonesia. Tentunya ini ada gap yang sangat besar," ungkap Hery dalam Webinar Perbankan Syariah, Rabu, 10 Februari 2021.
Dengan demikian, lanjutnya, ada sebanyak 149 juta orang yang berpotensi menjadi nasabah di industri perbankan syariah. Hal ini bisa diserap oleh bank syariah nasional, termasuk BSI.
Di sisi lain, Hery juga menyayangkan potensi industri halal sebanyak Rp6.545 triliun belum tergarap secara optimal. Pasalnya, aset bank syariah di Indonesia sangat kecil, hanya Rp591 triliun per November 2020. Sehingga, potensi bisnis industri halal nasional masih terdapat sebanyak Rp5.654 triliun.
"Tentunya dengan segmen UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah), ritel, gadai, cicil emas, wholesale tentunya, potensi yang besar ini bisa kita gaet di masa-masa yang akan datang," tegas Hery.
Ia menjelaskan, Bank Syariah Indonesia saat ini fokus menumbuhkan segmen UMKM dalam ekosistem dan religion yang terintegrasi. Perusahaan mengejar nasabah UMKM dengan memanfaatkan sinergi perusahaan induk.
Di samping itu, BSI juga membangun sentra UMKM di daerah dan memberikan pelatihan pemasaran produk kepada UMKM secara daring. Lalu melayani segmen ritel dengan layanan kas syariah yang didukung oleh ekosistem digital.
"Untuk wholesale, kita juga dorong terutama inovasi-inovasi produk wholesale syariah dengan mengoptimalkan akad syariah. Kami juga melihat nanti bagaimana BSI ini menjadi sarana bagi investor asing untuk mengakses pasar domestik ataupun infrastruktur dan investasi yang ada di Indonesia," pungkas Hery.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News