Sebanyak 10 kandidat diuji oleh Komisi XI sebelum akhirnya dipilih lima nama yang dinilai layak untuk mengisi posisi strategis di OJK periode 2026–2031.
“Hari ini Komisi XI telah memutuskan hasil fit and proper test atas calon Anggota Dewan Komisioner OJK periode 2026-2031 untuk lima jabatan, yaitu ada 10 yang melakukan fit and proper dan diputuskan ada 5 jabatan yang diisi,” kata Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun di Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis, 12 Maret 2026.
Selanjutnya, nama-nama yang terpilih akan diserahkan kepada pimpinan DPR untuk dibahas dalam rapat paripurna.
Melansir Antara, Kamis, 12 Maret 2025, berikut profil lima anggota Dewan Komisioner OJK yang lolos uji kelayakan tersebut.
| Baca juga: OJK Soroti Influencer dan Korporasi dalam 32 Kasus Pasar Modal |
Friderica Widyasari Dewi, Ketua DK OJK
Friderica Widyasari Dewi atau akrab disapa Kiki memiliki pengalaman panjang di sektor pasar modal dan industri jasa keuangan.Perempuan kelahiran 28 November 1975 ini pernah menjabat sebagai Direktur Pengembangan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) pada periode 2009-2015.
Setelah itu, ia menjabat sebagai Direktur Keuangan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) pada 2015-2016 sebelum akhirnya menjadi Direktur Utama KSEI pada 2016-2019.
Kariernya di sektor jasa keuangan juga berlanjut ketika dipercaya menjadi Direktur Utama PT BRI Danareksa Sekuritas pada 2020-2022.
Friderica meraih gelar doktor dalam bidang Kepemimpinan dan Inovasi Kebijakan dari Universitas Gadjah Mada (UGM) pada 2019.
Ia kemudian bergabung dengan OJK setelah lolos fit and proper test periode 2022-2027 dan menjabat sebagai Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi dan Pelindungan Konsumen (PEPK).
Kiki juga menjadi Koordinator Dewan Pembina Satgas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal (SATGAS PASTI) serta Indonesia Anti-Scam Centre (IASC) sejak 2023.
Sebelum terpilih sebagai Ketua DK OJK, ia sempat menjabat Pejabat Sementara (Pjs) Ketua Dewan Komisioner OJK menggantikan Mahendra Siregar yang meninggalkan jabatannya pada 30 Januari 2026.
Dengan terpilihnya sebagai Ketua DK OJK, jabatan Kepala Eksekutif PEPK tidak lagi diembannya.
Hernawan Bekti Sasongko, Wakil Ketua DK OJK
Hernawan Bekti Sasongko memiliki latar belakang kuat di bidang ekonomi dan kebijakan keuangan.Ia menyelesaikan pendidikan sarjana di Universitas Kristen Indonesia dan magister di Royal Melbourne Institute of Technology (RMIT), Australia.
Kariernya di sektor keuangan antara lain pernah menjadi Senior Economist Bank Indonesia di New York pada 2003-2006 serta Kepala Divisi Analis Ekonomi Senior Departemen Internasional BI pada 2010-2013.
Di OJK, Hernawan pernah menjabat Deputi Komisioner Manajemen Strategis (2016-2017), Advisor Senior Strategic Committee (2017-2020), serta Deputi Komisioner Internasional dan Riset OJK (2020–2022).
Sejak 2023 ia menjabat sebagai Anggota Badan Supervisi OJK dan Komisaris Utama PT Kliring Berjangka Indonesia.
Setelah lolos fit and proper test, Hernawan kini menjabat Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK, menggantikan Mirza Adityaswara yang mengundurkan diri pada Januari 2026.
| Baca juga: Friderica Widyasari Dewi Ditunjuk OJK Jadi Ketua Dewan Komisioner Pengganti |
Hasan Fawzi, Kepala Eksekutif PMDK OJK
Hasan Fawzi memiliki rekam jejak panjang di industri pasar modal Indonesia.Pria kelahiran Purwakarta, 27 April 1970 ini memulai karier di PT Kliring Depositori Efek Indonesia sebagai Kepala Departemen Pengembangan Sistem pada 1993-1997.
Ia kemudian melanjutkan karier di PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) dan menjabat sebagai Kepala Divisi Teknologi Informasi pada 1997-2008.
Beberapa posisi strategis yang pernah diembannya antara lain Direktur PT Penilai Harga Efek Indonesia (2008-2012), Direktur Utama KPEI selama dua periode (2012-2018), serta Direktur Pengembangan Bursa Efek Indonesia (2018-2022).
Hasan juga pernah menjadi Komisaris Utama PT PEFINDO Biro Kredit dan Komisaris Utama Independen PT RHB Sekuritas Indonesia pada 2022-2023.
Ia meraih gelar Magister Manajemen dari Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia pada 2008.
Sejak 2023 Hasan menjabat sebagai Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto (ITSK-IAKD).
Kini ia dipercaya menjadi Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon (PMDK) OJK.
Dicky Kartikoyono, Kepala Eksekutif PEPK OJK
Dicky Kartikoyono lahir di Jakarta pada 19 Desember 1967.Ia menyelesaikan pendidikan sarjana Akuntansi di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi YAI pada 1994 dan meraih gelar magister Project Management dari George Washington University pada 1999.
Dicky memulai kariernya di Bank Indonesia sejak 1995 dan sempat menduduki berbagai posisi strategis.
Beberapa jabatan yang pernah diembannya antara lain Kepala Departemen Manajemen Strategis dan Tata Kelola BI (2022-2023) serta Kepala Perwakilan Bank Indonesia London (2020-2022).
Sejak 2 Mei 2023, ia menjabat sebagai Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran Bank Indonesia.
Setelah lolos uji kelayakan DPR, Dicky kini menjabat sebagai Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi dan Pelindungan Konsumen (PEPK) OJK.
Adi Budiarso, Kepala Eksekutif ITSK-IAKD OJK
Adi Budiarso memiliki latar belakang panjang di lingkungan Kementerian Keuangan.Ia meraih Diploma IV STAN pada 1997, kemudian melanjutkan pendidikan Master of Accounting di University of Southern California pada 2001, serta Doctor of Business Administration di University of Canberra pada 2014.
Kariernya di Kementerian Keuangan dimulai sejak 1990 sebagai pelaksana di Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan.
Adi juga pernah menjabat sebagai Kepala Central Transformation Office (CTO) Sekretariat Jenderal Kemenkeu pada 2014-2018.
Di Badan Kebijakan Fiskal, ia pernah memimpin Pusat Pembiayaan Perubahan Iklim dan Multilateral serta Pusat Kebijakan Sektor Keuangan.
Pada 13 Juni 2025, Adi dilantik menjadi Direktur Pengembangan Perbankan, Pasar Keuangan, dan Pembiayaan Lainnya di Direktorat Jenderal Stabilitas dan Pengembangan Sektor Keuangan Kemenkeu.
Kini ia dipercaya menjadi Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan (ITSK), Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto (IAKD) OJK.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News