Ilustrasi pembangkit energi terbarukan. Foto: Medcom.id/Annisa Ayu.
Ilustrasi pembangkit energi terbarukan. Foto: Medcom.id/Annisa Ayu.

PLN Buka Peluang Kolaborasi dengan Industri Lokal untuk Proyek EBT

Eko Nordiansyah • 29 Desember 2021 20:30
Jakarta: PT PLN (Persero) memberikan kesempatan kepada industri lokal untuk berpartisipasi dalam pengerjaan proyek Energi Baru Terbarukan (EBT). Hal ini bertujuan untuk memenuhi ketentuan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) yang telah ditetapkan oleh pemerintah.
 
EVP Perencanaan dan Enjinering Konstruksi PLN Anang Yahmadi mengatakan, PLN selalu mengedepankan kapasitas lokal dalam pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan khususnya pemanfaatan EBT. Saat ini, PLN sudah mendukung TKDN mencapai Rp37 triliun atau sebesar 48,31 persen.
 
"PLN berkomitmen dalam peningkatan TKDN, kita selalu ada pengadaan, baik pengadaan lokal maupun internasional," kata Anang dalam keterangan tertulisnya, Rabu, 29 Desember 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Meski teknologi pembangkit EBT sebagian masih diimpor, tetapi PLN tetap melibatkan industri lokal dalam pengadaan barang impor ini. Apalagi kebutuhan barang jasa PLN pada infrastruktur kelistrikan berbasis EBT akan meningkat sesuai Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2021-2030 yang memperioritaskan pembangkit berbasis EBT.
 
"Ini merupakan peluang bagi industri lokal untuk bisa ikut serta dalam pengembangan EBT. Kita petakan bersama industri lokal, aspek mana saja yang industri lokal bisa masuk dalam pengadaan EBT," ujar dia.
 
Dalam upaya memenuhi ketentuan TKDN pada pengadaan dan perencanaan sistem kelistrikan, PLN berpedoman pada empat pilar. Pertama, setiap tahunnya PLN harus ada peningkatan produk jasa dalam negeri. Kedua, penyerapan tenaga kerja lokal. Ketiga, penguatan investasi dan peningkatan kepakaran daya saing global industri dalam pasar global.
 
Menurut Anang, untuk bisa mendorong TKDN lebih tinggi diperlukan perbaikan iklim investasi yang membuat industri dalam negeri menciptakan produk yang mampu bersaing baik dari sisi kualitas dan harga. Selain itu tentunya diperlukan dukungan semua pihak, dalam hal ini pemerintah.
 
"Harmonisasi regulasi dalam pendanaan multilateral dalam peningkatan TKDN," pungkas Anang.
 
(AHL)


LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif