Manfaat yang dimaksudkan Fajar termasuk bagi peningkatan skala bagi para pelaku Usaha Mikro Kecil dam Menengah (UMKM). Adapun pertemuan akan dilaksanakan sebanyak tiga kali, dan ditutup dengan pertemuan tingkat menteri.
Pertemuan perdana dan kedua akan digelar di Kota Solo pada 29-30 Maret 2022 dan 7-9 Juni 2022. Sedangkan pertemuan ketiga dan pertemuan tingkat menteri dilaksanakan di Labuan Bajo pada 19-20 September 2022 dan 23 September 2022.
"Dampaknya terhadap kota penyelenggara diharapkan dari pertemuan working group ini, baik secara langsung maupun tidak langsung akan memberikan dampak yang cukup signifikan," ungkap Fajar dalam diskusi bertajuk 'Sinergi Sukseskan Agenda Presidensi G20', yang digelar secara virtual, Rabu, 2 Maret 2022.
"Saya kira mungkin efeknya juga cukup besar apabila nanti ada kehadiran para delegasi dalam berbagai pertemuan tersebut," tambah Fajar.
Selain pertemuan tersebut, terdapat juga berbagai rangkaian acara dan side event untuk menyemarakkan gelaran Presiden G20 Indonesia 2022. Indonesia menyiapkan setidaknya 419 acara untuk forum internasional G20, terdiri dari 183 acara utama dan 236 acara pendukung di mana acara utama akan digelar di 25 kota.
Fajar berharap pertemuan yang digelar akan dapat memberi dampak yang signifikan, tidak hanya secara nasional tetapi juga terhadap kota atau lokasi tempat diadakannya pertemuan. Pasalnya, pertemuan yang digelar juga akan diselingi dengan kegiatan sampingan seperti kunjungan ke tempat wisata hingga pameran produk UMKM setempat.
"Jadi rencananya juga akan ada semacam showcase pameran yang disediakan kepada UMKM di Kota Solo. Ini nantinya para delegasi juga akan bisa melihat terkait produk-produk UMKM yang ada di Solo, dan tentunya akan memberikan dampak yang cukup besar," tuturnya.
Kementerian Investasi/BKPM sendiri berencana untuk menggelar forum investasi dan bisnis yang melibatkan sektor swasta dalam pertemuan TIIWG G20. Dalam forum-forum tersebut diharapkan dapat menarik menarik investasi, terutama dari negara-negara anggota G20.
"Dalam forum tersebut yang sifatnya Government to Business (G to B) atau Business to Business (B to B). Kita akan menawarkan proyek-proyek investasi yang kiranya bisa menarik perhatian dari negara-negara anggota G20 dan diharapkan akan bisa mendorong dan menarik investasi yang cukup besar," ucap Fajar.
Membawa tiga manfaat
Pada kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Usman Kansong menyebutkan bahwa penyelenggaraan Presidensi G20 Indonesia paling tidak membawa tiga manfaat sekaligus, yaitu promosi Indonesia ke mata dunia, pemulihan ekonomi, dan pemulihan kesehatan.Menurutnya, ajang promosi Indonesia ke mata dunia akan memberikan dampak perekonomian, yang akan bisa membantu pemulihan ekonomi akibat pandemi covid-19. Presidensi G20 Indonesia diperkirakan akan meningkatkan Produk Domestik Bruto (PDB) hingga Rp7,4 triliun.
Pasalnya, akan terjadi peningkatan belanja negara untuk persiapan-persiapan penyelenggaraan Presidensi G20 Indonesia. Usman mencontohkan seperti industri perhotelan yang akan banyak disewa untuk berbagai acara G20 tahun ini.
Selain itu, penyelenggaraan Presidensi G20 Indonesia tahun ini juga akan meningkatkan konsumsi domestik hingga Rp1,7 triliun. Beruntungnya, kondisi tersebut akan lebih banyak diraup oleh para pelaku UMKM dan Koperasi.
"Artinya apa? Presidensi G20 ini bisa menjadi instrumen dalam pemulihan ekonomi selain tentu saja pemulihan kesehatan, contohnya orang yang mau datang ke satu tempat kan harus diperiksa dulu sudah vaksin belum. Ini kan peningkatan dari sisi pemulihan kesehatan," tutup Usman.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News