Ilustrasi penyaluran pupuk ke petani - - Foto: dok Kementan
Ilustrasi penyaluran pupuk ke petani - - Foto: dok Kementan

Pupuk Indonesia Dorong Petani Terapkan Pemupukan Berimbang

Ekonomi pupuk Petani pupuk subsidi pupuk indonesia
Husen Miftahudin • 19 November 2021 17:35
Jakarta: PT Pupuk Indonesia (Persero) mendorong petani untuk menerapkan pemupukan berimbang guna mendukung musim tanam. Selain bermanfaat untuk keberlanjutan pertanian, pemupukan berimbang ini juga dapat mengefisienkan penggunaan pupuk.
 
Wakil Direktur Utama Pupuk Indonesia, Nugroho Christijanto mengakui masih banyak petani yang menggunakan pupuk secara berlebihan atau tidak sesuai rekomendasi. 
 
"Ini menjadi tantangan di lapangan, bagaimana kita dapat menyosialisasikan kepada petani mengenai tata cara pemupukan berimbang, agar pupuk yang dipakai efisien, tidak boros," ujar Nugroho dikutip dari siaran pers, Jumat, 19 November 2021. 
 
Nugroho mengungkapkan bahwa penerapan pemupukan berimbang juga dapat mendorong hasil panen yang lebih baik. Adapun contoh formulasi pemupukan berimbang untuk komoditas padi adalah 5:3:2 dengan rincian 500 kilogram pupuk organik, 300 kilogram pupuk NPK, dan 200 kilogram pupuk urea. 
 
"Kami berharap dengan penerapan pemupukan berimbang yang didukung oleh teknologi dan infrastruktur pertanian yang baik, akan dapat meningkatkan produktivitas yang berujung kepada meningkatnya pendapatan petani," tuturnya. 
 
Menurut Nugroho, penerapan pemupukan berimbang menjadi solusi di tengah ketersediaan pupuk subsidi yang terbatas dan tingginya harga pupuk komersil, sehingga tidak semua petani memperoleh pupuk subsidi sesuai dengan kebutuhannya. 
 
Hingga saat ini, masih banyak petani yang menganggap bahwa semakin banyak pupuk khususnya urea maka tanaman yang dihasilkan semakin bagus. Padahal, penggunaan pupuk urea yang semakin banyak membuat kondisi lahan atau tanah menjadi tidak sehat. 
 
Kondisi tanah yang tidak sehat dikarenakan penggunaan pupuk kimia dan pestisida yang berlebihan dalam jangka panjang. Adapun rata-rata petani di Indonesia menggunakan urea sebanyak 400 kilogram per hektare. 
 
Selain pemupukan berimbang, dalam rangka meningkatkan kesejahteraan petani nasional, Pupuk Indonesia juga memiliki program Makmur. Melalui program ini, dikatakan Nugroho, para petani dapat mengurangi ketergantungan terhadap pupuk subsidi. 
 
"Lewat program ini, petani dibantu memperoleh permodalan, memperoleh pupuk, benih, pestisida, mendapat kawalan teknologi, dan mendapat jaminan off taker atau pembelian hasil panen dengan harga yang wajar, serta mendapatkan asuransi bila terjadi gagal panen," pungkas Nugroho.
 
(Des)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif