Ilustrasi pekerja formal - - Foto: Medcom
Ilustrasi pekerja formal - - Foto: Medcom

Perusahaan tak Beri Data Valid Penerima Subsidi Rp600 Ribu Siap-siap Kena Sanksi

Ekonomi BPJS Ketenagakerjaan Berita BPJAMSOSTEK Bantuan Langsung Tunai
Suci Sedya Utami • 08 September 2020 21:15
Jakarta: Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah mengingatkan perusahaan yang memberikan data para pekerja yang tidak valid akan mendapatkan sanksi. Hal tersebut agar bantuan subsidi upah disalurkan secara tepat sasaran.
 
"Kami ingatkan pemberi kerja yang enggak berikan data yang sebenarnya akan diberikan sanksi sesuai dengan ketentuan aturan perundangan," kata Ida dalam konferensi pers, Selasa, 8 September 2020.
 
Politikus PKB ini pun meminta pekerja yang tidak memenuhi persyaratan, namun telah menerima pencairan wajib mengembalikan uang tersebut. Hal ini sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Ketenagakerjaan (Permenaker) Nomor 14 Tahun 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kami mohon yang bersangkutan wajib mengembalikan bantuan tersebut ke rekening kas negara," tutur Ida.

 
Dalam Permenaker telah diatur syarat penerima bantuan subsidi upah yakni Warga Negara Indonesia (WNI) dibuktikan dengan Nomor Induk Kependudukan (NIK). Kemudian terdaftar sebagai peserta aktif program jaminan sosial ketenagakerjaan BPJS Ketenagakerjaan yang dibuktikan dengan nomor kartu kepesertaan, pekerja/buruh penerima gaji/upah
 
Selanjutnya kepesertaan sampai Juni 2020 dan merupakan peserta aktif program jaminan sosial ketenagakerjaan yang membayar iuran dengan besaran iuran yang dihitung berdasarkan gaji/upah di bawah Rp5 juta. Atau sesuai gaji/upah terakhir yang dilaporkan oleh pemberi kerja kepada BPJS Ketenagakerjaan dan tercatat di BPJS Ketenagakerjaan.
 
Berdasarkan data BPJamsostek, terdapat 1,6 juta data nomor rekening yang ditolak atau tidak valid. Sebanyak 62 persen merupakan data pemilik rekening dari pekerja yang bergaji di atas Rp5 juta per bulan. Sedangkan 38 persen dari data yang ditolak tersebut merupakan pekerja yang baru bergabung dalam kepesertaan di BPJamsostek setelah Juni.
 
(Des)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif