Ketua Umum Apindo Hariyadi Sukamdani. Foto : medcom.
Ketua Umum Apindo Hariyadi Sukamdani. Foto : medcom.

Apindo: RI Bisa Kehilangan Devisa hingga Rp60 Triliun

Ekonomi apindo
Husen Miftahudin • 13 Mei 2020 19:51
Jakarta: Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) memprakirakan perolehan pendapatan devisa berpotensi menyusut imbas merebaknya wabah virus korona (covid-19).
 
Sejak awal penyebaran hingga diterapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di berbagai daerah, potensi kehilangan devisa Indonesia mencapai USD4 miliar atau setara Rp60 triliun (kurs Rp15 ribu per USD).
 
Ketua Umum Apindo Hariyadi Sukamdani mengatakan pandemi covid-19 menyebabkan aktivitas ekonomi hingga pelakunya mengalami kelumpuhan total. Aktivitas sosial, sektor riil, sampai sektor finansial semuanya terpukul gara-gara covid-19.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Krisis pandemi ini benar-benar all in one, semuanya kena dalam satu pukulan. Akibatnya, Indonesia kehilangan potensi devisa untuk Januari-April itu sekitar USD4 miliar," ujar Hariyadi dalam diskusi daring di Jakarta, Rabu, 13 Mei 2020.
 
Di sektor restoran dan hunian, lebih dari 2.000 hotel dan 8.000 restoran tutup selama pandemi. Potensi kehilangan pendapatan untuk restoran diproyeksi sekitar Rp40 triliun, sedangkan sektor hotel sebanyak Rp30 triliun.
 
Selain itu, maskapai penerbangan juga menanggung kerugian hingga USD812 juta atau setara Rp12,2 triliun. Sektor pariwisata malah mengalami nasib yang lebih mengenaskan sehingga terpaksa merumahkan 90 persen para pekerjanya.
 
Hariyadi mengklaim pelaku bisnis sektor pariwisata lebih memilih untuk merumahkan para pekerjanya, hanya sedikit yang melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK). Sebab, langkah PHK justru semakin menambah beban perusahaan karena harus membayar pesangon.
 
"Kebanyakan dirumahkan dan cuti di luar tanggungan perusahaan. Jumlah pekerja di sektor pariwisata sekarang 13 juta orang," ucap dia.
 
Badan Pusat Statistik (BPS) sebelumnya menyampaikan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) selama Maret 2020 mengalami penurunan signifikan. Tercatat kunjungan turis asing ke Indonesia hanya sebanyak 470,9 ribu atau turun 45,5 persen dari 864 ribu di Februari 2020.
 
Penurunan jumlah turis asing ke Indonesia sudah terjadi sejak Februari tahun ini. Penurunan disebabkan oleh pandemi virus korona (covid-19) yang menjangkiti hampir seluruh negara di dunia.
 

(SAW)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif