Mentan Syahrul Yasin Limpo (tengah) saat memantau produksi gula, di PT Permata Dunia Sukses Utama (PDSU) Cilegon, Banten,. (Foto: Dok. Kementan)
Mentan Syahrul Yasin Limpo (tengah) saat memantau produksi gula, di PT Permata Dunia Sukses Utama (PDSU) Cilegon, Banten,. (Foto: Dok. Kementan)

Mentan Tegaskan Stok Pangan Aman untuk Kebutuhan Lebaran

Ekonomi berita kementan
Gervin Nathaniel Purba • 02 April 2020 21:49
Cilegon: Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan 11 bahan pokok untuk kebutuhan bulan puasa dan lebaran 2020 dalam kondisi aman dan terkendali. Kepastian ini sekaligus menjawab keraguan banyak pihak terkait kelangkaan stok pangan akibat virus korona (covid-19).
 
11 kebutuhan dasar itu di antaranya beras, jagung, gula, minyak, daging, telur, bawang, dan cabai. Untuk beras, saat ini stoknya mencapai empat juta ton.
 
"Beras kita sudah over stock hingga empat juta ton, kurang lebih. Kemudian bulan ini panen raya sebanyak delapan juta ton. Lalu ada juga stok gula yang terus diproduksi. Jadi tidak perlu khawatir dengan kebutuhan bahan pokok. Insyaallah semua dalam kendali," ujar Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo, saat memantau produksi gula, di PT Permata Dunia Sukses Utama (PDSU) Cilegon, Banten, dikutip dari keterangan resmi, Kamis, 2 April 2020.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut Mentan, kebutuhan pangan adalah kebutuhan pokok yang tidak boleh diabaikan. Oleh sebab itu, pemerintah meminta semua pihak mau menahan diri dan tidak melakukan hal-hal di luar kebijakan pemerintah pusat.
 
"Tidak perlu kita melakukan lockdown untuk memutus penyebaran virus korona. Langkah itu menurut saya hanya akan menghambat distribusi pangan ke sejumlah daerah dan akan berujung pada kelangkaan kebutuhan pokok di tengah masyarakat," ujar Syahrul.
 
Mentan Tegaskan Stok Pangan Aman untuk Kebutuhan Lebaran
(11 bahan pokok untuk kebutuhan bulan puasa dan lebaran 2020 dalam kondisi aman dan terkendali.Foto: Dok. Kementan)
 
Dalam situasi seperti ini, distribusi pangan harus menjadi kepentingan bersama agar tidak terjadi kelangkaan yang berujung pada kepanikan. Dalam hal ini, baik pemerintah maupun masyarakat harus bersatu dan saling menjaga situasi negara agar tetap kondusif.
 
"Kalau sudah menyangkut pangan, maka seharusnya tidak ada isolasi. Yang ada adalah distribusi. Memang korona ini membuat ekonomi menurun. Tapi harus ingat, satu-satunya lapangan kerja yang tersedia adalah pertanian. Jadi janganlah kita melakukan lockdown," ujarnya.
 
Di lokasi yang sama, Anggota Komisi IV DPR RI, Nur Aini mendukung upaya Kementan dalam memenuhi kebutuhan masyarakat melalui peningkatan produksi dan percepatan pola tanam dengan menggunakan teknologi mekanisasi.
 
"Maka itu saya optimistis bahwa 11 kebutuhan dasar kita tetap terjamin aman dan terkendali hingga puasa dan lebaran mendatang. Sekali lagi saya mendukung upaya Kementan dalam menggenjot produksi dan percepatan pola tanam," katanya.
 
Sebagai data penguat, saat ini pemerintah memiliki data perkiraan pasokan ketersediaan pangan strategis nasional untuk Maret hingga Agustus 2020. Untuk ketersediaan beras, misalnya mencapai 25.653.591 ton dengan kebutuhan 15.099. 846 ton.
 
Jagung sebanyak 13.741.071 ton dengan kebutuhan 9.096.555 ton. Bawang merah sebanyak 1.060.857 ton dengan kebutuhan 701.482 ton. Cabai besar 657.467 ton dengan kebutuhan 551.261 ton. Daging ayam ras 2.063.086 ton dengan kebutuhan 1.737.216 ton dan minyak goreng 23.392.557 ton dengan kebutuhan 4.419.180 ton.
 
Di samping itu, Kementan juga sudah melakukan kerjasama dengan satgas pangan baik, di pusat maupun di daerah untuk mengantisipasi adanya oknum penimbun bahan pokok.
 

(ROS)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif