Ilustrasi. FOTO: MI/ADAM DWI
Ilustrasi. FOTO: MI/ADAM DWI

2 Kemampuan Ini Wajib Jadi Strategi UMKM saat Pandemi

Ekonomi Virus Korona UMKM covid-19 pandemi covid-19 UMKM Indonesia
Angga Bratadharma • 11 Februari 2021 08:28
Jakarta: Pandemi covid-19 yang tidak kunjung menunjukkan tanda-tanda mereda membuat ekonomi Indonesia diprediksi masih akan tertekan tahun ini. Di sektor industri UMKM, survei LPEM UI dan UNDP di 2020 menyatakan lebih dari 88 persen UMKM mengalami penurunan margin keuntungan selama pandemi hingga Agustus 2020.
 
Kabar baiknya, di tengah tantangan ekonomi tadi, UMKM Indonesia sangat berpeluang untuk bangkit kembali dari dampak pandemi. Beberapa hal yang dapat mendukung pemulihan tersebut antara lain adanya intervensi pemerintah dalam hal kesehatan dan fiskal.
 
Ekonom Universitas Indonesia dan Direktur Eksekutif Next Policy Fithra Faisal mengatakan pertumbuhan ekonomi Indonesia diproyeksikan pulih ke angka 4-6 persen pada 2021. Intervensi kesehatan seperti vaksinasi akan mempercepat pemulihan konsumsi serta mengembalikan potensi investasi yang lebih luas.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Lalu, intervensi fiskal dengan menambah stimulus hingga dua kali lipat di 2021 akan menggairahkan sektor UMKM," jelas Fithra, dalam keterangan tertulisnya, Kamis, 11 Februari 2021.
 
Lebih spesifik, Fithra menyoroti sebagian UMKM yang berhasil bertahan notabene mengandalkan Information, Communication, and Technology (ICT). Adopsi teknologi ini bisa jadi poin vokal untuk mendongkrak transaksi bahkan hingga ratusan persen.
 
Banyaknya pelaku UMKM Indonesia yang sigap mengadopsi teknologi untuk bertahan juga dikonfirmasi oleh CEO Qasir Michael Williem.  Pihaknya menyatakan, perusahaan melihat langsung beberapa pelaku UMKM yang harus berjuang untuk mempertahankan usaha, melakukan perubahan bisnis, bahkan harus sampai gulung tikar.
 
"Tidak dapat dipungkiri, transformasi digital membuat UMKM menjadi lebih berdaya saing. Misalnya ketika pelaku bisnis UMKM menjalin kemitraan dengan layanan pengiriman daring, kolaborasi dengan platform e-commerce dalam menjalankan promo, program bundling, dan strategi lain yang tujuannya membuat produk berputar terus," tutur Michael.
 
Proses transformasi digital UMKM dapat dilihat dengan semakin besarnya jumlah pengguna e-commerce di Indonesia. Tercatat pertumbuhan volume transaksi e-commerce pada September 2020 mengalami peningkatan 79,38 persen secara tahunan, dan sebesar 150,16 juta transaksi dengan jumlah UMKM yang berhasil go digital melampaui sembilan juta.
 
(ABD)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif