Ilustrasi tanaman kakao: MI/Amiruddin.
Ilustrasi tanaman kakao: MI/Amiruddin.

Menperin Dorong Peningkatan Industri Pengolahan Biji Kakao

Ekonomi ekspor kakao Kementerian Perindustrian
Ilham wibowo • 07 Oktober 2020 22:50
Jakarta: Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita optimistis industri kakao di Tanah Air bisa berkembang lebih besar. Hingga saat ini, 13 perusahaan telah mengolah biji kakao sebesar 800 ribu ton per tahun.
 
"Industri pengolahan kakao Indonesia berada di peringkat ke-3 terbesar di dunia setelah Belanda dan Pantai Gading," kata Agus saat peresmian Pasuruan Cocoa Technical Centre Mondelez International secara virtual, Rabu, 7 Oktober 2020.
 
Menperin menyebutkan saat ini industri pengolahan kakao telah mampu memproduksi beragam varian, seperti cocoa liquor, cocoa cake, cocoa butter, dan cocoa powder. Produk kakao olahan yang utama diekspor adalah produk cocoa butter yang tersebar ke negara tujuan utama ekspor seperti Amerika Serikat, Belanda, India, Estonia, Jerman, dan Tiongkok.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Artinya, industri pengolahan kakao kita telah berorientasi ekspor. Kita perlu terus memacu kinerja dan pengembangannya agar bisa semakin kompetitif di kancah global. Kami juga berupaya memperluas akses pasar bagi produk olahan kakao, serta mendorong inovasi melalui pemanfaatan teknologi dan kegiatan riset," paparnya.
 
Agus menambahkan, pihaknya menyambut baik didirikannya Cocoa Technical Centre oleh Mondelez International di Pasuruan, Jawa Timur dengan luas lima hektare dan nilai investasi mencapai USD13 juta. Program cocoa life telah memberdayakan lebih dari 43 ribu petani kakao di empat provinsi di Indonesia untuk meningkatkan produktivitas kakao.
 
Menperin berharap kehadiran Cocoa Technical Centre Mondelez Internasional yang ke–12 di dunia ini dapat dijadikan momentum untuk mengembangkan dan menerapkan teknologi pertanian kakao yang inovatif, efektif dan ramah lingkungan sehingga produktivitas dan kualitas kakao Indonesia meningkat.
 
"Sebagai salah satu perusahaan pengguna kakao terbesar dunia, tentunya kepedulian terhadap keberlangsungan tanaman kakao menjadi hal yang utama untuk menciptakan sektor kakao yang tangguh, berdaya saing dan berkelanjutan," ujar Agus.
 
Sementra itu, Executive Vice President dan President Asia, Middle East and Africa Mondelez International Maurizio Brusadelli mengungkapkan, keberlanjutan pasokan kakao merupakan kunci pertumbuhan jangka panjang bagi Mondelez International di kawasan Asia serta di seluruh dunia
 
"Kakao merupakan bahan utama cokelat yang permintaannya terus meningkat, Mondelez International bertekad untuk dapat memenuhi permintaan konsumen tersebut dengan cara yang tepat, yaitu dengan berkontribusi menciptakan sektor kakao yang berkelanjutan," ungkapnya.
 
(DEV)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif