Ilustrasi. FOTO: MI/RAMDANI
Ilustrasi. FOTO: MI/RAMDANI

Insentif PPnBM di Tengah Pandemi Patut Diapresiasi

Angga Bratadharma • 10 April 2021 13:03
Jakarta: Pengenaan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) sebesar nol persen untuk mobil resmi berlaku pada 1 Maret 2021. Upaya ini diharapkan dapat memberikan stimulus pasar sekaligus mendorong pertumbuhan sektor ekonomi di tengah masa pandemi covid-19.
 
Aturan itu tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 20/PMK.010/2021 tentang PPnBM atas Penyerahan Barang Kena Pajak yang Tergolong Mewah Berupa Kendaraan Bermotor Tertentu yang ditanggung anggaran pemerintah 2021.
 
Dalam Pasal 5 dijelaskan bahwa pemerintah akan membebaskan pembayaran PPnBM sebesar 100 persen akan diberikan selama periode Maret hingga Mei 2021. Sedangkan insentif 50 persen diberikan pada Juni sampai dengan Agustus, dan 25 persen di September hingga Desember 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sebagai syaratnya, insentif ini berlaku bagi mobil sedan dan kendaraan dengan satu gardan penggerak (4x2), yang memiliki isi kapasitas mesin sampai dengan 1.500 cc. Selain itu, kendaraan tersebut harus memiliki kandungan lokal sebesar 60 persen.
 
Tax & Customs Partner Grant Thornton Indonesia Juanita Pribadi mengatakan relaksasi PPnBM bisa membuat harga mobil baru lebih menarik, meski di beberapa tipe kendaraan pengurangan tersebut tidak signifikan. Kebijakan ini diharapkan meningkatkan penjualan mobil dan memberikan dampak positif bagi sektor pendukung lainnya, seperti industri bahan baku otomotif.
 
Tentunya, lanjutnya, semua pihak harus mengapresiasi upaya pemerintah dalam memberikan stimulus bagi pasar otomotif sekaligus mendorong pertumbuhan sektor otomotif di tengah masa pandemi covid-19. Meskipun demikian diharapkan antisipasi atas dampak relaksasi ini bisa terukur.
 
"Dan tidak memberikan dampak yang sebaliknya bagi industri lainnya misalnya industri perdagangan mobil bekas dan industri pembiayaan kendaraan bermotor," tuturnya, dalam keterangan tertulisnya, Sabtu, 10 April 2021.
 
Sejak berlakunya kebijakan relaksasi PPnBM pada 1 Maret lalu, Agen Pemegang Merk (APM) melaporkan sudah ada peningkatan penjualan secara signifikan. Hal ini bisa dilihat dari total Surat Pembelian Kendaraan (SPK) yang dikeluarkan oleh perusahaan otomotif.
 
Beberapa perusahaan otomotif menyebutkan seminggu setelah berlakunya relaksasi PPnBM, permintaan mobil perusahaan naik 100 persen dibandingkan dengan periode yang sama di Februari 2021, bahkan model mobil yang tidak mendapatkan insentif pun penjualannya ikut meningkat.
 
Hal ini membuat Presiden Joko Widodo menginginkan perluasan kendaraaan 2.500 cc juga mendapatkan insentif yang sama. Hal tersebut diungkapkan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang saat menghadap Presiden Jokowi. Dalam pertemuannya, Presiden mengutarakan keinginannya agar kendaraan bermotor roda empat berkapasitas 2.500 juga mendapatkan insentif pajak.
 
Setelah pertemuan tersebut, pemerintah pun akhirnya resmi memperluas pemberian diskon PPnBM hingga 2.500 cc mulai 1 April 2021. Menteri Perindustrian Agung Gumiwang menyebut, kebijakan yang telah diputuskan dalam rapat koordinasi terbatas ini memiliki dua skema yang berlaku pada mobil berpenggerak 4x2 dan 4x4.
 
(ABD)


LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif