Ilustrasi. FOTO: MI/USMAN ISKANDAR
Ilustrasi. FOTO: MI/USMAN ISKANDAR

Kemendes: Serapan Dana Desa Program Ketahanan Pangan Sumsel Belum Optimal

Antara • 30 Juni 2022 06:32
Palembang: Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) menilai serapan Dana Desa untuk program ketahanan pangan dan hewani di Sumatra Selatan belum optimal karena baru Rp325,3 miliar dari target Rp511 miliar. Penyerapan tersebut perlu dimaksimalkan agar berdampak positif terhadap ketahanan pangan.
 
Direktur Fasilitasi Pemanfaatan Dana Desa Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Luthfy Latief mengatakan pemerintah pusat mengharapkan Sumsel dengan program Sumsel Mandiri Pangan dapat mencapai target ini hingga 100 persen.
 
"Dananya sudah ada dan programnya juga sudah diteruskan ke tingkat daerah. Kami mengharapkan serapan ini dapat optimal,” kata Luthfy, dilansir dari Antara, Kamis, 30 Juni 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ia mengatakan Sumsel mendapatkan pagu anggaran Dana Desa senilai Rp2,55 triliun untuk total 2.853 desa yang bersumber dari APBN. Berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 104 Tahun 2021 Tentang Rincian Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun 2022 ditetapkan sebanyak 20 persen dana desa digunakan untuk program ketahanan pangan dan hewani.
 
Terlepas dari realisasi tersebut, pemerintah pusat sangat mengapresiasi program Gerakan Sumsel Mandiri Pangan yang dijalankan Pemerintah Provinsi Sumatra Selatan. Saat ini dunia sedang dihadapkan krisis pangan, bahkan sejumlah negara yang biasa mengekspor produk pangannya kini memutuskan untuk menyetok demi kebutuhan dalam negeri sendiri.
Baca: Menaker Ingatkan Industri Perbankan Harus Siap Hadapi Digitalisasi

Artinya, jika kondisi ini tidak diantisipasi maka Indonesia juga bisa mengalami hal yang sama. Berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 104 Tahun 2021 tentang Rincian APBN 2022 ditetapkan penggunaan Dana Desa untuk program perlindungan sosial berupa bantuan langsung tunai desa paling sedikit 40 persen.
 
Kemudian program ketahanan pangan dan hewani paling sedikit 20 persen, dukungan pendanaan penanganan Corona Virus Disease 2019 (covid-19) paling sedikit delapan persen, dan sisanya untuk program sektor prioritas lainnya.
 
Berdasarkan rincian ini pemerintah di tingkat desa tidak perlu khawatir untuk memanfaatkan dana desa untuk kegiatan yang berkaitan dengan ketahanan pangan. Ia menyebutkan seperti mendukung kegiatan usai panen karena negara berharap hasil pertanian tak langsung dijual tapi ada kegiatan usai panen agar dapat nilai tambah terutama dari sisi serapan tenaga kerja.
 
"Tapi Ini semua harus diputuskan dalam musyawarah desa sehingga apa yang akan dilakukan benar-benar sesuai dengan potensi desa masing-masing,” pungkas dia.
 
(ABD)


LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif